PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Satpol PP Kota Pekanbaru, akhirnya membongkar lapak pedagang kaki lima (PKL) yang kembali marak di Jalan Bima, Kecamatan Binawidya, tepatnya di depan Rumah Sakit (RS) Prima Pekanbaru, pada Rabu (29/10/2025).
Terdapat 7 bangunan liar atau PKL yang dibongkar paksa pada penertiban yang dipimpin Kepala Bidang PPUD Satpol PP Kota Pekanbaru Fakhrudin, tersebut.
Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru Yuliarso mengatakan, kawasan tersebut sebelumnya telah ditertibkan dari aktivitas pedagang dan bangunan liar. Pasalnya, Pemko melakukan overlay dan pembangunan drainase.
"Ada sekitar 7 lapak yang kita tertibkan tadi,"ujar Yuliarso.
Yuliarso menghimbau agar PKL tidak lagi berupaya mendirikan bangunan di pinggiran Jalan Bima. Saat ini, jalan itu sedang tahap perbaikan dan dilakukan pembangunan drainase.
"Jadi kita harapkan para pedagang, PKL, supaya bisa tertib, menertibkan diri masing-masing. Jangan menunggu kami harus represif, karena itu kan tidak baik," tegasnya.
"Penertiban ini kita lakukan untuk kepentingan bersama, penggunaan jalan, kenyamanan, keamanan, ketertiban dan kebersihan di lingkungan tersebut dan memang di situ tidak diperkenankan untuk berdagang," tegas Yuliarso.
Untuk memastikan tak ada lagi aktivitas pedagang dan pembangunan ulang bangunan liar, Satpol PP Pekanbaru bakal menempatkan personel di Jalan Bima.
"Kami akan menempatkan personel di sana untuk beberapa waktu ke depan. Paling tidak untuk mengingatkan PKL supaya tidak melakukan pembangunan lagi di sana," pungkasnya.
Sebelumnya, bangunan liar atau Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di Jalan Bima, tepatnya di depan RS Prima Jalan Tuanku Tambusai, kini terlihat kembali marak, pada Selasa (28/10/2025).
Pantauan Riau Pos, di Jalan Bima terlihat PKL mulai ramai berjualan di atas drainase jalan tersebut. Mereka memasang terpal dan tiang kayu, kemudian menjajakan barang dagangannya seperti makanan, minuman jus, kopi dan lainnya.
Editor : M. Erizal