PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Warga Kota Pekanbaru diimbau mewaspadai penularan penyakit campak. Pasalnya, Kota Pekanbaru menjadi salah satu daerah dengan jumlah kasus tinggi di Provinsi Riau pada tahun 2025.
Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru mencatat, sejak Januari 2025 hingga Oktober, sudah terdapat 90 kasus positif campak di wilayah setempat. Selain 90 kasus positif, juga tercatat sebanyak 600 kasus suspek atau terindikasi campak.
Kepala Diskes Kota Pekanbaru Hazli Fendriyanto mengatakan, dari 90 kasus positif, satu penderita di antaranya meninggal dunia. Yaitu seorang anak usia sekolah dasar (SD) yang berdomisili di Kelurahan Jadirejo, Kecamatan Sukajadi.
”Jadi untuk campak, suspek ada 600, positif 90, dan meninggal 1. Yang meninggal ini anak SD hampir dua bulan lalu, karena ada penyakit lain,” kata Hazli, Senin (3/11).
Disampaikan Hazli, campak merupakan penyakit menular yang perlu diwaspadai. Campak dapat diketahui dengan gejala seperti demam tinggi, batuk, sakit tenggorokan, mata merah, serta ruam khas di kulit yang dimulai dari wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh.
”Kami mengimbau para orang tua untuk memberikan imunisasi Campak tambahan agar kekebalan masyarakat meningkat dan penularan bisa dihentikan,” tambahnya.
Untuk pencegahan dan mengantisipasi penularan, warga dihimbau menggunakan masker, rajin mencuci tangan, menghindari kerumunan, serta selalu menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
”Jika sakit, segera berobat dan di rumah saja hingga sembuh agar orang lain tidak tertular penyakit campak. Jika gejala berat, demam tinggi dan disertai sesak nafas segera ke rumah sakit,” imbaunya.(ilo)
Laporan JOKO SUSILO, Pekanbaru
Editor : Arif Oktafian