PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto menegaskan, proses asesmen terhadap 20 jabatan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang saat ini sedang berlangsung akan tetap dilanjutkan. Hal tersebut sekaligus menjawab pertanyaan sejumlah pihak yang meragukan proses asesmen tersebut akan dilanjutkan.
“Terhadap asesmen, kami akan rapat segera dengan tim Pansel. Kalau menurut saya akan tetap jalan, kalau ada yang salah kita perbaiki. Ini masalah APBD, setiap rupiah di pertanggungjawabkan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Syahrial Abdi memberi gambaran kepada 20 calon pejabat eselon II Pemprov Riau yang memiliki peluang, yaitu pejabat yang memiliki kemampuan melakukan konsolidasi baik ke dalam dan luar.
“Kepala OPD eselon II yang 20 orang ke depan ini harus mampu melakukan konsolidasi ke dalam untuk menggerakkan APBD-nya. Kemudian mengejar ke luar 17 program strategis nasional,” katanya.
Syahrial Abdi mengaku, beberapa waktu lalu ia bersama seluruh sekretaris daerah se-Indonesia mengikuti Rakornas di Jatinangor.
“Jadi 17 program strategis itu ada kaitannya dengan dana Transfer ke Daerah (TKD) pada tahun 2026 nanti yang berkurang. Jadi berkurang bagi daerah, namun kemudian di-delivery-kan ke seluruh kementerian/lembaga melalui program-program strategis itu,” ujarnya.
Karena itu, lanjut Syahrial Abdi, calon kepala OPD Pemprov Riau kemampuannya juga harus ter-update mencari peluang sumber pendapatan lainnya dari kementerian/lembaga.
“Makanya siapa yang rajin dan sungguh melakukan koordinasi untuk mengajukan proposal ke pusat, itu lah yang akan mendapat manfaat kembali terhadap kebijakan pemotongan TKD itu. Jadi kebijakan secara nasional seperti itu, semua diletakkan di kementerian/lembaga namun mereka punya kewajiban memprioritaskan untuk daerah,” tutupnya.(sol)
Editor : Arif Oktafian