PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menargetkan untuk kembali meraih Piala Adipura pada tahun 2025 mendatang. Optimisme ini muncul karena sejumlah aspek penilaian yang menjadi indikator penghargaan kota bersih tersebut telah terpenuhi.
Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin menyampaikan, pihaknya yakin Pekanbaru mampu kembali menyabet Piala Adipura dari Pemerintah Pusat untuk penilaian tahun 2025. Menurutnya, kondisi kebersihan kota saat ini sudah jauh lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
”Berdasarkan laporan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Pekanbaru telah mengumpulkan nilai sekitar 70 untuk penilaian Adipura tahun 2025. Tinggal sedikit lagi yang perlu kita tata, khususnya di kawasan TPA (Tempat Pembuangan Akhir), dan saat ini penataannya sudah mulai dilakukan,” ujar Zulhelmi Arifin, Rabu (12/11).
Ia menjelaskan, penataan kawasan TPA dilakukan melalui kerja sama antara Pemko Pekanbaru dengan PT Indonesia Clean Energy (ICE). Kerja sama tersebut merupakan bagian dari program pengelolaan sampah menjadi energi listrik.
”Kerja sama dengan PT ICE ini tidak menggunakan dana pemerintah (APBD), melainkan murni investasi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Zulhelmi yang akrab disapa Ami, mengimbau seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kebersihan kota. Ia menegaskan bahwa upaya meraih kembali Piala Adipura memerlukan dukungan semua pihak, termasuk warga dan pendatang yang tinggal di Pekanbaru.
”Kami berharap masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, terutama di pinggir jalan. Begitu juga bagi pendatang yang baru datang ke Pekanbaru, tolong jaga kebersihan dan buanglah sampah pada tempatnya,” imbau Ami.
Meski peluang untuk kembali mendapatkan Piala Adipura cukup besar, Ami menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukanlah tujuan akhir dari upaya yang dilakukan Pemko Pekanbaru.
”Tujuan utama kita adalah menciptakan kota yang bersih dan nyaman bagi semua. Piala Adipura ini menjadi penyemangat agar kita terus menjaga kebersihan. Mudah-mudahan tahun ini kita bisa kembali meraih penghargaan itu, karena sudah cukup lama Pekanbaru tidak mendapatkannya,” tutupnya.(ali)
Editor : Arif Oktafian