PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Suasana pagi di Ponpes Dar El Hikmah Pekanbaru terasa berbeda pada Ahad (16/11). Sorak riang pelajar dan santri memenuhi area lapangan basket yang tampak begitu baru dan representatif.
Untuk pertama kalinya, pesantren ini menggelar DEHA Cup 2025, sebuah kompetisi bola basket yang lahir dari semangat para santri, ustaz, dan ustazah.
Di balik penyelenggaraan perdana ini, tersimpan kebanggaan dari Ketua Yayasan Nur Iman Pekanbaru, Amrasul Abdullah. Ia menyebut bahwa ajang ini adalah hasil dari motivasi dan kegigihan keluarga besar pesantren.
”Ini kita perdana menggelar DEHA Basketball DEHA Cup. Ini hasil motivasi yang dibangun santri dan ustad dan ustazah. Kita fasilitasi bagaimana acara ini berjalan dengan baik,” ujarnya.
Lebih dari sekadar pertandingan, Amrasul berharap turnamen ini menjadi ruang memperluas pertemanan dan memperkuat silaturahmi antar pelajar. Terlebih, olahraga basket kini menjadi salah satu olahraga favorit di kalangan siswa.
Momen pembukaan menjadi semakin meriah ketika Amrasul turun langsung melakukan jump ball tanda dimulainya pertandingan pertama DEHA Cup 2025 Basketball Competition.
Di sisi lain, Ketua Pelaksana DEHA Cup 2025, Rahmat Wahyudin menegaskan bahwa turnamen ini tetap mengikuti aturan federasi basket.
”Untuk aturan kita mengikuti aturan federasi. Peserta boleh mempergunakan celana pendek, namun karena ini di pesantren wajib menutup auratnya,” jelasnya.
Tahun ini, kompetisi diikuti delapan tim yang terdiri dari SMA, SMK, dan sejumlah pondok pesantren. Antusiasme para pemain dan penonton memberi warna tersendiri, menjadikan lapangan basket Dar El Hikmah bukan hanya tempat bertanding, tapi juga ruang tumbuhnya semangat sportivitas dan persaudaraan.***
Laporan JOKO SUSILO, Kota
Editor : Arif Oktafian