Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Emosi Pekerjaan Tak Dibayar, Kontraktor di Pekanbaru Ini Bongkar Drainase

Hendrawan Kariman • Senin, 17 November 2025 | 17:20 WIB
Sebuah alat berat membongkar drainase di Jalan Letkol Hasan Basri, Kecamatan Sail, Kota Pekanbaru pada Senin (17/11/2025).
Sebuah alat berat membongkar drainase di Jalan Letkol Hasan Basri, Kecamatan Sail, Kota Pekanbaru pada Senin (17/11/2025).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Sebuah ekskavator ukuran sedang meraung-raung sejak pukul 9.00 WIB pagi, Senin (17/11/2025), di Jalan Hasan Basri. Seorang pria terlihat mengarahkan operator untuk 'melinggis' drainase ukuran kecil yang melintang di jalan itu.

Lokasi kejadian terhitung berada di tengah Kota Pekanbaru. Berada di Kelurahan Cinta Raja, Kecamatan Sail, tepatnya di belakang Bundaran Keris atau beberapa puluh meter saja dari Simpang Jalan Pattimura-Diponegoro.

Bunyi mesin ini mencuri perhatian warga sekitar dan pengguna jalan. Seakan tidak menghiraukan, pria yang hanya bersedia dipanggil dengan nama Genk ini, terus mengaragkan alat berat itu. Hingga drainase itu terbongkar.

Belakangan diketahui pria tersebut adalah kontraktor yang mengerjakan proyek-proyek kecil dari Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru.

Kepada wartawan, dengan suara tidak teratur, mengaku ada lima proyek serupa yang telah selesai pengerjaannya. Namun, hingga ia membongkar salah satunya pagi itu, belum juga dibayarkan.

Genk mengaku kecewa, sudah lebih dari setahun keringatnya tidak dibayar. Sudah banyak modal terbenam, hingga ia mengalami kesulitan usaha.

''Kita membangun untuk rakyat pakai uang sendiri, tapi tidak dibayar. Kita bangun pakai uang pribadi, masak sampai nunggu dua tahun,'' ucapnya terengah-engah.

Dua tahun yang ia sebutkan ternyata berlebihan. Untuk drainase kecil yang dibongkarnya itu, sudah dikerjakannya pada Juni 2024 lalu. Ia mengaku khawatir, kalau tidak dibayar bulan ini, bisa-bisa tahun depan.

''Kalau tidak dibayar juga, tahun depan sudah dua tahun hitungannya,'' ucapnya dengan suara putus asa.

Genk mengaku ia hanya ingin meluapkan emosinya yang sudah tertahankan lagi. Ia herharap seluruh pekerjaannya dibayar segera.

Editor : M. Erizal
#belum dibayar #bongkar #kontraktor #drainase