PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-61, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menegaskan komitmennya untuk membangun generasi sehat sebagai fondasi mewujudkan Indonesia Emas 2045. Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto saat menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) di Halaman Kantor Gubernur Riau, Senin (17/11).
Ia menjelaskan, HKN bukan hanya perayaan, namun pengingat bahwa kesehatan adalah fondasi masa depan sesuai dengan tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”. “Ada 84 juta anak Indonesia yang akan menjadi penentu Indonesia Emas 2045 dan 29 tahun bukan waktu yang panjang. Karena itu, saat ini bukan hanya perayaan tapi pengingat bahwa kesehatan adalah fondasi masa depan bangsa,” ujarnya, kemarin.
Plt Gubernur juga menyampaikan bahwa transformasi kesehatan yang sudah berlangsung empat tahun membawa perubahan signifikan dalam sistem pelayanan kesehatan nasional. Hingga saat ini, tercatat 52 juta masyarakat Indonesia telah mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis.
Di sisi lain, pembangunan dan peningkatan fasilitas rumah sakit terus dilaksanakan. Tentunya guna meningkatkan layanan kesehatan berkualitas agar semakin dekat dan mudah dijangkau masyarakat.
Plt Gubri juga menyampaikan, angka prevalensi stunting di Indonesia berhasil turun menjadi 19,8 persen, untuk pertama kalinya berada di bawah angka 20 persen. Selain itu, sebanyak 98 persen JKN juga telah menjangkau masyarakat yang berarti kesehatan masyarakat terlindungi.
“Ini adalah bukti saat tenaga kesehatan, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat bergerak semua maka perubahan besar bisa terjadi,” ungkapnya.
Perjalanan menuju Indonesia Sehat memang masih panjang. Namun, ia yakin arah yang dituju sudah benar dalam membuat sistem ketahanan negara lewat kesehatan. “Mari jadikan HKN sebagai momentum perkuat komitmen kita semua, dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar. Dari masyarakat sehat, lahir masyarakat hebat,” ajaknya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Riau memberikan apresiasi kepada kabupaten/kota berprestasi dalam capaian Universal Health Coverage (UHC) pada peringatan HKN ke-61. Penghargaan tersebut sebagai bentuk komitmen menjaga pemerataan layanan dan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat serta berdasarkan capaian kepesertaan dan tingkat keaktifan jaminan kesehatan per 1 November 2025.
Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi daerah dengan capaian tertinggi, mencatat kepesertaan 103,44 persen dan keaktifan 98,44 persen. Disusul Kota Pekanbaru dengan kepesertaan 100,76 persen dan keaktifan 83,15 persen.
Dilanjutkan Kampar yang mencapai kepesertaan 100,44 persen dengan keaktifan 84,56 persen. Pelalawan mencatat kepesertaan 99,53 persen dan keaktifan 85,84 persen. Sementara Siak berada pada angka 98,87 persen untuk kepesertaan dan 82,25 persen untuk keaktifan.
Kemudian Kuantan Singingi memperoleh kepesertaan 98,80 persen dan tingkat keaktifan 82,92 persen. Sedangkan Bengkalis mencatat kepesertaan 98,65 persen dan keaktifan 84,10 persen. Kota Dumai mengikuti dengan kepesertaan 98,55 persen dan keaktifan 85,44 persen. Dan terakhir, Rokan Hilir mencapai kepesertaan 98,21 persen serta keaktifan 80,37 persen.
Pada kesempatan itu, Plt Gubri SF Hariyanto juga menerima penghargaan atas capaian UHC tingkat provinsi, dengan cakupan kepesertaan mencapai 99,68 persen dan tingkat keaktifan 83,17 persen per 1 November 2025. Usai menerima penghargaan, ia menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan.
“Alhamdulillah kita berikan penghargaan kepada kabupaten/kota. Saya mengucapkan terima kasih kepada kita semua yang menjadikan kesehatan di Riau tetap terjaga,” jelasnya.
Plt Gubri menyampaikan, pemerintah akan terus meningkatkan pelayanan kesehatan dengan memastikan seluruh aspek pendukungnya terpenuhi. Mulai dari penyediaan anggaran hingga pemenuhan kewajiban (mandatory) yang telah ditetapkan.
Ia menjelaskan, belum semua kabupaten/kota di Riau dapat menerima piagam tersebut karena masih terdapat kendala pada sisi keuangan daerah. Meski demikian, ia menegaskan akan mendorong semua pihak untuk bekerja bersama agar target dan harapan tersebut dapat tercapai secara merata di seluruh Riau.”Perlu kerja sama pemerintah provinsi dan kabupaten kota, apa harapan ke depannya sama-sama bisa diselesaikan,” tuturnya.(adv/sol)
Editor : Arif Oktafian