PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - SEPEDA gantung ini menjadi wahana wisata petualangan karena pengunjung mengayuh sepeda di atas kabel/tali baja yang terbentang di bawah langit. Wahana ini menawarkan sensasi melayang sambil menikmati pemandangan.
Pengelola tetap menjaga keamanan pengunjung dengan melengkapi berbagai peralatan dan perlengkapan keselamatan seperti helm dan tali. Selain itu dibantu dengan instruktur yang profesional, berpengalaman. Selama berada di angkasa, pesepeda akan melintasi areal sungai yang dipenuhi pengunjung sedang mandi menikmati kesegaran air alam di bawah kaki gunung Dusun (Jorong) Buluh Kasok Desa (Kenagarian) Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.
Manfaat menikmati sepeda gantung ini adalah menawarkan sensasi yang unik dan memacu adrenalin (obat stres) dengan pemandangan spektakuler (luar biasa, mengesankan, dramatis, memukau) dari ketinggian. Selain itu menjadi spot foto (estetis) yang instagramable dan viral (menyebar luas), serta menjadi daya tarik untuk meningkatkan nilai dalam wisata. Wahana ini juga bisa digunakan untuk aktivitas edukasi outbound dan meningkatkan kepercayaan diri.
Tarif untuk mencoba sensasi wisata petualang ini sangat murah dan terjangkau bagi pengunjung. Oleh karena itu rugi, jika tidak dicoba karena memiliki berbagai manfaat selain wahana yang telah ada. Beberapa wahana atau spot lainnya yang sangat menarik dinikmati ada mobil wara wiri yang akan membawa pengunjung berkeliling area taman agro dan panorama puncak gunung bukit yang dapat melihat seluruh areal dari ketinggian.
Menurut Manager Marketing Taman Agrowisata KWS, Syukron Dalimunthe SPi, Kamis (20/11), wahana sepeda gantung merupakan upaya manajemen untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas destintasi wisata. Dikatakan, dari segi kuantitas bertambahnya wahana dan dari segi kualitas memberikan kenyamanan, kepuasan dan kenangan yang terindah. ‘’Selama ini kami terus berbenah. Baru-baru ini kita menambahkan sepeda gantung bagi dewasa dan anak-anak yang ingin menikmati panorama di atas sungai. Kemudian juga kendaraan wara wiri (trans KWS) yang berfungsi menghantarkan pengunjung keliling kawasan dan juga keluar kawasan,’’ kata Syukron.
Lebih lanjut dikatakan Direktur KWS, Frasca ST, pengembangan lainnya adalah pembenahan camp Pramuka menjadi lebih baik dan menarik dibandingkn dengan sebelumnya. Penginapan yang lebih menarik dengan tarif terjangkau untuk pribadi, keluarga dan komunitas. ‘’Kalau penginapan bisa menampung puluhan orang, kalau mau di camp Pramuka bisa ratusan orang juga. Penambahan kamar mandi juga hingga puluhan yang bisa digunakan pengunjung secara gratis. Tersedia banyak tempat salat bagi khusus yang muslim dengan berbagai ukuran besar, menengah dan kecil,’’ ujar Frasca.(c)
Laporan HERIANTO BASRAH, Pekanbaru
Editor : Arif Oktafian