Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Sedang Salat Duha, Lansia Terjebak saat Kebakaran. Warung Ayam Geprek dan Bakso Jalan Melur Hangus

Dofi Iskandar • Sabtu, 22 November 2025 | 12:10 WIB
Petugas evakuasi jasad korban Kebakaran terjadi di Jalan Melur, Kelurahan Sidomulyo Barat, Panam, Kecamatan Tuah Madani Pekanbaru, pada Jumat (21/11/2025).
Petugas evakuasi jasad korban Kebakaran terjadi di Jalan Melur, Kelurahan Sidomulyo Barat, Panam, Kecamatan Tuah Madani Pekanbaru, pada Jumat (21/11/2025).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kebakaran hebat terjadi di Jalan Melur, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tuah Madani Pekanbaru, Jumat (21/11) sekitar pukul 09.00 WIB. Rumah petak 3 pintu permanen yang dijadikan warung ayam geprek dan bakso hangus. Satu orang lansia (lanjut usia) bernama Samini (64) meninggal. Korban diduga terjebak di dalam rumah saat menjalankan Salat Duha.

Selain tiga rumah petak dan mengakibatkan satu korban jiwa, kebakaran ini juga menghanguskan 1 unit sepeda motor. Dua dari rumah petak tersebut milik Mahmud dan satu lagi milik Ratmi. Korban merupakan ibu penyewa salah satu rumah petak tersebut bernama Nanang.

Menurut keterangan dari warga sekitar, api diduga berasal dari kompor gas dari warung ayam geprek dan menyebar ke bangunan lain karena warung tersebut

dari material kayu. Api dengan cepat menjalar ke warung bakso sebelah dan tiga rumah petak permanen di belakang warung. Dalam peristiwa tersebut kerugian ditaksir mencapai Rp1,2 miliar.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru Zarman Candra melalui Kepala Seksi (Kasi) Operasional Pemadaman dan Investigasi Damkar Pekanbaru Fahriansyah membenarkan satu orang korban jiwa dalam peristiwa ini.

“Iya, ada satu orang meninggal dunia. Pada saat api membesar diduga korban masih berada di dalam kamar rumah petak tersebut. Korban yang tengah berada di dalam kamar diduga tidak sempat melarikan diri. Apalagi korban sudah berusia 64 tahun,” ujarnya.

Dijelaskannya, bangunan merupakan tiga rumah permanen. Kemudian dua rumah petak dijadikan tempat usaha bakso dan ayam geprek. Sementara 1 rumah petak dijadikan tempat tinggal penyewa.

Dalam upaya proses pemadaman, Damkar Kota Pekanbaru mengerahkan tujuh unit mobil pemadam. Api berhasil dipadamkan dan dilakukan proses pendinginan dari sisa kebakaran. Kemudian melakukan evakuasi terhadap jasad korban. 

Lebih lanjut dikatakannya,  belum diketahui penyebab pasti kebakaran karena masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian. “Begitu kita mendapatkan laporan, petugas kami langsung berangkat ke TKP pukul 09.06 WIB dan tiba di lokasi pukul 09.13 WIB,’’ ujarnya.

‘’Api berhasil dipadamkan dan jasad korban berhasil evakuasi. Kami juga mengimbau kepada masyarakat apabila terjadi kebakaran segera melaporkan ke layanan pengaduan Damkar Pekanbaru 0761-22382 dan 085186070113,” tambahnya.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyampaikan belasungkawa dan langsung menuju ke rumah korban kebakaran usai Salat Jumat, kemarin.

“Saya langsung ke lokasi dan mendengarkan kronologisnya. Itu kalau kita dengarkan kronologinya sedang memasak ayam geprek. Mungkin gasnya bocor, pas api lagi menyala sehingga gasnya langsung meledak. Ada korban jiwa satu orang,” ujar Agung Nugroho.

Lanjutnya, dari informasi kronologinya, korban bernama Samini (64) meninggal dunia saat melaksanakan Salat Duha di dalam rumah petak dan tidak bisa menyelamatkan diri pada saat terjadinya peristiwa kebakaran. 

“Kami tentunya Pemerintah Kota Pekanbaru menyampaikan duka yang mendalam semoga almarhumah mendapatkan tempat yang mulia di sisi Allah SWT dan segala amal ibadahnya diterima. Dosa-dosanya diampuni dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran dan Tuhan ganti yang lebih baik lagi,” ungkapnya.
Agung Nugroho menambahkan, Pemko Pekanbaru melalui Dinas Sosial dan pihak kecamatan akan memberikan bantuan penyelamatan lebih awal seperti tempat tinggal korban, membantu terkait barang-barang yang terbakar, misalnya surat menyurat dan hal-hal yang dibutuhkan seperti baju dan peralatan lainnya.(dof)

Editor : Bayu Saputra
#kebakaran pekanbaru #damkar