PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Di tepi Sungai Siak, berdiri sebuah bangunan tua yang menjadi saksi perjalanan panjang Kota Pekanbaru. Rumah Singgah Tuan Kadi, yang sudah berusia ratusan tahun, kini bersiap menyambut wajah barunya.
Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memastikan bahwa cagar budaya tersebut akan segera direstorasi untuk mengembalikan keasliannya.
Restorasi ini terasa istimewa karena tidak menggunakan APBD. Pemko Pekanbaru justru menggandeng pihak eksternal untuk bersama-sama merawat warisan sejarah Kota Bertuah ini.
"Kami menggandeng Bank Indonesia (BI). BI berkolaborasi dengan Pemko Pekanbaru dalam restorasi Rumah Singgah Tuan Kadi," ujar Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho, Ahad (23/11).
BI memberikan dukungan senilai Rp800 juta untuk keberlangsungan restorasi. Anggaran ini akan difokuskan pada pembenahan bagian-bagian tertentu yang membutuhkan perawatan, namun tetap mempertahankan bentuk asli bangunan.
Pada awal pekan depan, pekerjaan restorasi mulai digarap. Salah satu yang dipulihkan adalah furniture klasik khas rumah singgah sultan Siak, yang selama ini menjadi identitas historis bangunan tersebut. Pemko berharap, setelah rampung, Rumah Singgah Tuan Kadi benar-benar tampil sebagai cagar budaya yang ikonik dan menjadi wajah baru Pekanbaru.
"Setiap malam Minggu kawasan tersebut menjadi panggung kreatif melayu. Menjadi ruang peradaban menyatukan masyarakat," ulasnya.
Dengan restorasi ini, pemerintah kota ingin memastikan bahwa Pekanbaru tidak kehilangan jejak budayanya di tengah gencarnya pembangunan.
Melalui cagar budaya yang dirawat dengan pendekatan modern, Pemko mengirimkan pesan bahwa kota ini dibangun tidak hanya dengan beton, tetapi juga dengan sejarah, identitas, dan rasa memiliki.
Hal ini menjadi langkah nyata dalam membangun Pekanbaru sebagai kota yang berbudaya, maju, dan sejahtera. (ilo)
Editor : M. Erizal