Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Wako Perintahkan Bentuk TPF Perundungan

Redaksi • Kamis, 27 November 2025 | 10:39 WIB
Kota Pekanbaru Agung Nugroho berdialog dengan warga saat datang ke rumah murid SD yang meninggal dunia diduga akibat perundungan, Ahad (23/11/2025).
Kota Pekanbaru Agung Nugroho berdialog dengan warga saat datang ke rumah murid SD yang meninggal dunia diduga akibat perundungan, Ahad (23/11/2025).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya seorang murid sekolah dasar (SD) kelas VI yang dikabarkan menjadi korban perundungan atau bullying.

Saat mendapat kabar, Wako Agung Nugroho langsung mendatangi rumah korban untuk bertemu dengan kedua orang tua korban pada Ahad (23/11) lalu.

”Saya atas nama Pemerintah Kota Pekanbaru turut menyampaikan duka cita yang mendalam. Saat mendengar kabar, saya langsung ke rumah korban dan membawa Kepala Dinas Pendidikan,” sebut Wako Agung, Selasa (25/11).

Saat ini, lanjut Wako Agung, pihak korban telah melaporkan secara resmi kasus tersebut kepada kepolisian. Pemko Pekanbaru mendukung penuh langkah tersebut untuk menjadikan persoalan ini lebih terang benderang.

Sedangkan untuk Dinas Pendidikan, Wako Agung mengaku sudah memerintahkan agar segera dibentuk tim pencari fakta (TPF) yang di ketuai oleh Kepala Dinas Pendidikan langsung.

”Penting untuk mencari faktanya karena saya tidak ingin ada terjadi kasus perundungan atau bullying. Kalau memang ini karena pembullyan, maka harus menjadj evaluasi kedepan,” paparnya.

Ia juga meminta Dinas Pendidikan untuk melakukan pendampingan terhadap korban. Bila perlu, Dinas berperan aktif dalam membantu Kepolisian agar kasus tersebut ini bisa terungkap.

Evaluasi Sistem Pendidikan

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Tekad Indra Perdana Abidin memandang perlunya evaluasi sistem pendidikan yang diterapkan di Kota Bertuah Pekanbaru.

Tekad mengatakan, peristiwa menyesakkan dada karena mengemuka ke publik menjelang peringatan Hari Guru. Ia meminta kejadian perundungan tidak boleh terjadi lagi.

Ia juga menyebutkan, Komisi III sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru terkait masalah ini. ”Kami minta ini dilakukan evaluasi seluruh sistem pendidikan yang ada di Kota Pekanbaru sehingga hal-hal seperti ini tidak akan terjadi lagi,” tegasnya, Rabu (26/11).

Sebagai wujud keseriusan menghadapi masalah ini, sebut Tekad, Komisi III DPRD Kota Pekanbaru segera memanggil Disdik Pekanbaru. Pihaknya juga akan menghadirkan tokoh pendidikan untuk mencari langkah konkret dalam mencegah kasus serupa di masa depan.

”Kami akan melakukan rapat kerja dengan Dinas Pendidikan dan juga tokoh pendidikan untuk mencari solusi terbaik bagi perbaikan sistem pendidikan di Kota Pekanbaru. Kejadian serupa tidak boleh terulang, tidak di kota kita,” kata Tekad.

Politisi PDI Perjuangan ini juga mengatakan, Komisi III DPRD Pekanbaru juga berencana melakukan kunjungan langsung ke kediaman keluarga korban. ”Kita turut berduka atas kejadian ini. Komisi III juga segerq akan berkunjung ke rumah keluarga korban,” tutupnya.(ali/end/yls)

Laporan TIM RIAU POS, Kota

 

Editor : Arif Oktafian
#korban perundungan #duka cita #dinas pendidikan #murid sekolah dasar #kepolisian