Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Wako Agung dan Istri Turun ke Parit, Goro Bersama TNI-Polri dan OPD

M Ali Nurman • Senin, 1 Desember 2025 | 10:53 WIB

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho didampingi sang istri Sulastri Agung yang juga ketua TP PKK Pekanbaru, Dandim 0301/PBR Kolonel Ikhsanudin bersama para kepala OPD dan jajaran gotong royong membersihkan aliran Sungai Sago di Jalan Samratulangi, Ahad (30/1
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho didampingi sang istri Sulastri Agung yang juga ketua TP PKK Pekanbaru, Dandim 0301/PBR Kolonel Ikhsanudin bersama para kepala OPD dan jajaran gotong royong membersihkan aliran Sungai Sago di Jalan Samratulangi, Ahad (30/1


PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Wali Kota (Wako) Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM kembali menunjukkan komitmennya membangun budaya gotong royong di tengah masyarakat.

Pada Ahad (30/11), ia turun langsung ke parit dan drainase di Jalan Samratulangi, Kecamatan Senapelan, memimpin aksi bersih-bersih bersama jajaran TNI, Polri, dan organisasi perangkat daerah (OPD).

Dalam kegiatan tersebut, Wako Agung didampingi istri Sulastri. Keduanya terlihat masuk ke dalam parit dan gorong-gorong yang kotor. Airnya hitam, penuh lumpur, dan sampah menyangkut di sisi-sisinya.

Wako Agung bahkan beberapa kali menyusuri aliran Sungai Sago yang melintas di bawah badan jalan, memunguti sampah plastik, kayu, dan endapan lain yang menghambat aliran air. Di belakangnya, sejumlah kepala OPD turut mengikuti, menggunakan sepatu bot dan perlengkapan keselamatan sederhana, bahu-membahu mengangkut sampah dengan alat manual.

Turut mendampingi Dandim 0301/PBR Kolonel Ihksanudin beserta jajaran TNI, serta perwakilan kepolisian. Sementara itu, para camat di 15 kecamatan dan lurah di 83 kelurahan se-Pekanbaru juga menggelar gotong royong serentak di wilayah masing-masing. Di banyak lokasi, warga ikut turun membantu, membersihkan selokan, memotong ranting pohon, hingga mengangkut sampah ke titik pengumpulan.

Aksi gotong royong ini sekaligus menjadi penanda dimulainya Gerakan Pekanbaru Bersih, gerakan besar yang ditujukan untuk menghidupkan kembali budaya kebersihan dan kepedulian lingkungan di seluruh lapisan masyarakat.

“Hari ini (kemarin, red) kami turun bersama TNI, Polri dan OPD. Tapi makna besarnya bukan hanya bersih-bersih parit. Kita ingin menegaskan bahwa gotong royong itu tidak perlu menunggu undangan, tidak perlu disurat-surat, tapi harus sudah jadi budaya kita sehari-hari,” tegas Wako Agung.

Saat menyusuri parit, Wako tampak beberapa kali berhenti dan berbincang dengan warga sekitar. Ia menanyakan kendala yang sering muncul ketika hujan turun, titik mana saja yang sering tergenang, serta hal-hal apa yang perlu dibantu pemerintah untuk mengurangi risiko banjir.

Warga menyampaikan keluhan mengenai sampah kiriman, tumpukan bambu, hingga sedimentasi yang membuat air sering meluap. Semua masukan itu dicatat langsung oleh kepala OPD terkait yang mendampingi.

Wako menambahkan, selama ini masih ada anggapan bahwa urusan kebersihan adalah tugas pemerintah atau petugas DLHK semata. Padahal, kata Wako, kebersihan adalah tanggung jawab bersama. “Bersih bagian dari iman. Maka kami mengajak seluruh masyarakat Pekanbaru, ayo bantu bersama-sama menjaga bumi, menjaga lingkungan, agar kita dijauhkan dari bencana maupun apapun itu,” ujarnya.

Wako juga menyampaikan bahwa seluruh unsur pemerintahan telah dilibatkan, mulai dari camat dan lurah, hingga RT, RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tokoh masyarakat. Ia berharap tidak ada pihak yang menghambat program Pekanbaru Bersih. Sebaliknya, semua pihak diminta aktif mengampanyekannya.

“Kegiatan ini akan kami laporkan kepada Pak Gubernur, Pak Kapolda, Pak Danrem, bahkan hingga Pangdam dan Presiden. Karena ini gerakan besar yang melibatkan semua unsur,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wako Agung juga mengumumkan pemberian satu unit rumah tipe 36 kepada seorang petugas kebersihan yang telah lama mengabdi tetapi belum memiliki rumah pribadi.

“Nih satu unit rumah tipe 36 untuk petugas kebersihan yang sudah lama mengabdi. Ini murni bantuan dari kami dan masyarakat, tanpa APBD. Mudah-mudahan sebelum saya berangkat umrah, rumah tersebut sudah kita serahkan,” ungkapnya.

Sembilan Titik Dibersihkan, Fokus Aliran Sungai Sago ke Sungai Siak
Plt Kadis PUPR Pekanbaru Edward Riansyah menegaskan, gotong royong kali ini merupakan bagian dari agenda besar Pekanbaru Bersih, dengan sasaran khusus pembersihan aliran Sungai Sago hingga ke Sungai Siak.

“Ada sembilan titik yang menjadi fokus kita pada pekan ini. Semua titik berada pada jalur aliran Sungai Sago yang bermuara ke Sungai Siak,” jelas Edward.

Sembilan titik di sepanjang aliran Sungai Sago yang jadi sasaran gotong royong Ahad kemarin adalah Jalan Muslimin, Jalan Teuku Cik Ditiro, Jalan Pangeran Hidayat, Jalan Agus Salim, Jalan Imam Bonjol, Jalan Hos Cokrominoto, Jalan M. Yamin, Jalan Dr. Samratulangi dan Jalan H Juanda.

Di titik utama Jalan Sam Ratulangi, Wako Agung memimpin langsung kegiatan. Sementara itu, delapan ruas jalan lainnya dibersihkan secara bersamaan oleh pasukan OPD, warga, tokoh masyarakat, hingga Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Setiap titik melaporkan progres ke posko yang ditunjuk Dinas PUPR.

Menurut Edu, begitu Plt Kadis PUPR Pekanbaru ini karib disapa, beberapa titik mengalami penyumbatan parah akibat pohon tumbang, bambu yang hanyut, batu, hingga tumpukan sampah kiriman. Kondisi inilah yang menyebabkan banjir di sejumlah kawasan.

“Ini memang salah satu aliran yang mengakibatkan banjir. Karena tersumbat, air dari kawasan Cut Nyak Dien dan sekitar kantor gubernur tidak bisa mengalir lancar. Setelah dibersihkan, tadi kita lihat air sudah mulai bergerak,” ujarnya.

Terkait rutinitas pembersihan, Edward menjelaskan bahwa pasukan kuning PUPR sebenarnya sudah melakukan pembersihan di Sungai Sago sebulan sekali. Namun, keterbatasan personel membuat dukungan masyarakat sangat penting.

“Kami berharap masyarakat sekitar Sungai Sago ikut menjaga kebersihan setelah dibersihkan. Karena kalau hujan tinggi, aliran ini sangat menentukan lancarnya air ke Sungai Siak,” katanya.(ali)

Editor : Arif Oktafian
#gotong royong #wako #agung nugroho #goro