PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bergerak cepat merespons bencana besar yang melanda sejumlah daerah di Pulau Sumatera. Wali Kota Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM mengajak seluruh elemen masyarakat berpartisipasi dalam penggalangan donasi untuk membantu korban bencana di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Seruan solidaritas tersebut juga dituangkan dalam Surat Wali Kota Pekanbaru Nomor P.400.0.7/Setda-Kesra/330/2025 tentang Donasi untuk Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Ajakan ini muncul setelah rangkaian bencana, banjir bandang, longsor, serta kerusakan infrastruktur melanda tiga provinsi tersebut dalam sepekan terakhir.
Di Sumatera Utara, BNPB mencatat ratusan korban jiwa serta puluhan ribu warga terdampak, terutama di Tapanuli Selatan dan Mandailing Natal. Di Sumatera Barat, banjir lahar dingin dan longsor kembali memutus akses transportasi serta merusak permukiman di sepanjang aliran sungai. Sementara di Aceh, ribuan warga mengungsi akibat banjir besar yang melumpuhkan aktivitas masyarakat.
Melihat dampak bencana yang begitu besar, Wako Agung menegaskan bahwa Pemko Pekanbaru terus menggerakkan seluruh lapisan masyarakat, OPD, pelaku usaha, badan usaha, ASN, THL, hingga warga umum untuk bersama-sama membantu saudara yang tertimpa musibah.
”Pemerintah Kota Pekanbaru bergerak cepat untuk membantu keluarga, saudara-saudara kita yang terkena bencana di Sumatera, baik itu Sumbar, Sumatera Utara, maupun Aceh,” ujar Wako Agung, Selasa (2/12).
Ia menjelaskan, Pemko Pekanbaru telah melakukan penggalangan dana melalui berbagai kegiatan. Salah satunya adalah iven Pekanbaru Berlari 5K dan 10K, yang donasi terkumpul langsung disalurkan ke lokasi terdampak.
Saat ini, gerakan bantuan terus diperkuat. ”Kami terus melakukan rapat dan penggalangan dana dari masyarakat, badan usaha, maupun dari Pemerintah Kota Pekanbaru, OPD, ASN, dan siapa saja yang ingin menyalurkan bantuannya melalui Pemerintah Kota Pekanbaru. In sya Allah, satu dua hari ini akan dikirimkan dan terus berlanjut,” jelasnya.
Agung menegaskan bahwa keperluan masyarakat terdampak masih sangat besar, mulai dari makanan, pakaian, tempat tidur, minyak angin hingga obat-obatan. Karena itu, Pemko Pekanbaru membuka saluran donasi seluas-luasnya.
Donasi dapat disalurkan melalui rekening Bank Riau Kepri Syariah 107 43 50000 atas nama PKU Peduli Bencana. Selain itu, bantuan juga dapat diberikan langsung dalam bentuk uang tunai maupun keperluan pokok ke Posko Pekanbaru Peduli Bencana di depan Purna MTQ dan Kantor BPBD Kota Pekanbaru, Jalan Mustafa Sari.
Dapun kontak petugas posko: R. Azrin Susana (0821-7088-9095) dan Hafizaman (0852-6111-5164). Pengumpulan donasi dibuka hingga 31 Desember 2025.
Wako Agung juga menyampaikan bahwa penggalangan dana akan kembali dilakukan pada sejumlah agenda resmi kota. Salah satunya acara pernikahan massal Kota Pekanbaru, yang akan diisi dengan doa bersama dipimpin Ustaz Das’ad Latif. “Di sana juga akan kita melakukan penggalangan dana untuk korban bencana di Sumatera. Insyaallah, Pekanbaru untuk Sumatera,” ujarnya.
Ia berharap seluruh upaya ini dapat membantu meringankan beban masyarakat di wilayah bencana. ”Kami berharap bantuan ini bisa meringankan masalah atau beban saudara-saudara kita di sana,” tutupnya.
Seruan yang sama juga disampaikan Ketua DPRD Kota Pekanbaru Muhammad Isa Lahamid. Ia mengatakan turut menyampaikan belasungkawa atas musibah banjir yang melanda dua wilayah tersebut, termasuk Provinsi Aceh yang turut terdampak.
”Kita sangat berduka atas musibah yang menimpa sudara kita di Sumatera ini. Kita juga mengimbau masyarakat Kota Pekanbaru turut bisa sama-sama membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah, baik dalam bentuk donasi uang maupun bantuan lainnya,” ajak Isa, Selasa (2/12).
Isa Lahamid menyebutkan, bencana di provinsi-provinsi tersebut pada dasarnya juga bencana bagi Kota Bertuah. Pasalnya kota ini bergantung cukup signifikan dari suplai komoditas pokok sehari-hari.
”Pekanbaru langsung terdampak. Banyak laporan harga sembako naik. Ini harus jadi perhatian serius Pemerintah Kota Pekanbaru. Jangan sampai kondisi ini memicu inflasi yang memberatkan masyarakat,” ujarnya.
Maka, kata Isa, Pekanbaru tidak hanya berharap musibah ini cepat berakhir dan rantai pasok perekonomian Kota Pekanbaru dapat kembali pulih.
Namun yang tidak kalah penting adalah memastikan harga-harga sembako di Pekanbaru harus terkendali. Isa Lahamid mengingatkan bahwa saat ini mendekati natal dan tahun baru.
Politisi PKS ini mengingatkan Kota Pekanbaru juga tidak lengah atas potensi bencana hidrometeorologi di daerah sendiri. Apalagi Pekanbaru merupakan wilayah rentan banjir. ”Alhamdulillah Pekanbaru masih aman. Tapi tetap harus waspada,” katanya.(ali/end/yls)
Laporan TIM RIAU POS, Kota
Editor : Arif Oktafian