Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

YSPN Ajak Generasi Muda Peduli Pertanian Lewat Program Edukasi Pangan di Pekanbaru

Dofi Iskandar • Kamis, 4 Desember 2025 | 18:48 WIB
Penamaan bibit cabai di SMPN 8 Pekanbaru bersama Dirjen Otonomi Daerah Akmal Malik, Ketua Pengurus YSPN, Marsekal Madya TNI (Purn) Daryatmo dan Wako Agung Nugroho.
Penamaan bibit cabai di SMPN 8 Pekanbaru bersama Dirjen Otonomi Daerah Akmal Malik, Ketua Pengurus YSPN, Marsekal Madya TNI (Purn) Daryatmo dan Wako Agung Nugroho.

PEKANBARU (RIAU POS.CO) -- Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui program edukasi pertanian yang menyasar murid dan guru di empat sekolah di Kota Pekanbaru yakni SD Angkasa, SDN 21, SMPN 8, dan SMPN 34. 

Program ini bertujuan menanamkan pemahaman tentang pertanian berkelanjutan serta mendorong regenerasi petani muda sejak usia dini. Kegiatan turut dihadiri Dirjen Otonomi Daerah Akmal Malik, yang memberikan dukungan penuh terhadap penguatan literasi pangan di sekolah. 

Melalui rangkaian pembelajaran di kelas, praktik lapangan, dan pelatihan berbasis kebutuhan pangan lokal, program ini dirancang untuk menumbuhkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian dan agroindustri.

Ketua Pengurus YSPN, Marsekal Madya TNI (Purn) Daryatmo, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya YSPN menciptakan generasi muda yang tidak hanya memiliki literasi pangan, tetapi juga siap terjun sebagai calon agropreneur masa depan.

"Program ini kami jalankan untuk menyiapkan generasi muda yang sadar pangan dan siap terlibat dalam masa depan pertanian Indonesia. Di tengah berbagai tantangan sektor pertanian, YSPN ingin memperkenalkan semangat agropreneur sejak dini serta membangun literasi, kepedulian lingkungan, dan budaya gotong royong melalui edukasi yang berkelanjutan," ujar Daryatmo.

Sebagai bentuk dukungan konkret, YSPN juga menyalurkan bantuan berupa 150 bibit tanaman, pupuk, dan 5.000 polybag kepada sekolah-sekolah peserta program. 

Bantuan ini dimaksudkan untuk memfasilitasi kegiatan praktik lapangan serta mendorong terciptanya wirausaha muda di bidang pertanian.

Program edukasi ini menjadi bagian dari komitmen YSPN dalam membangun ketahanan pangan melalui pendekatan pendidikan yang tidak hanya informatif, tetapi juga transformatif. 

Ke depan, YSPN berencana memperluas jangkauan program agar lebih banyak sekolah, guru, dan siswa di Indonesia dapat merasakan manfaatnya.

YSPN merupakan organisasi yang bergerak di bidang pangan dan didirikan sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya mewujudkan kemandirian pangan bangsa.

Berangkat dari tantangan pangan yang semakin kompleks, YSPN terus berupaya mendukung pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan serta membina talenta muda sebagai motor penggerak ketahanan pangan di masa depan.

Sementara itu, Wako Pekanbaru, Agung Nugroho, menyatakan bahwa program ini bukan sekadar gerakan menanam, namun juga upaya menumbuhkan rasa peduli dan kesadaran pentingnya menjaga ketahanan pangan keluarga.

"Target kita ada 175 ribu murid SD dan SMP yang akan memiliki tanggung jawab menjaga tanaman masing-masing melalui program satu murid satu polibag," ujar Agung.

Ia optimis bahwa jika kesadaran ini tumbuh, maka Pekanbaru akan sukses dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus membantu mengurangi beban biaya rumah tangga.

Editor : Rinaldi
#tanaman pangan #peduli pertanian #generasi muda