Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

MBG Bukit Raya Dongkrak Ekonomi Warga, Terima Pasokan Bahan Pangan Hingga 4 Ton per Hari

Prapti Dwi Lestari • Rabu, 10 Desember 2025 | 19:33 WIB
Kesibukan di Dapur MBG Kecamatan Bukit Raya. Program MBG bukan hanya memberi manfaat gizi untuk ribuan penerima, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal dan membuka lapangan kerja baru.
Kesibukan di Dapur MBG Kecamatan Bukit Raya. Program MBG bukan hanya memberi manfaat gizi untuk ribuan penerima, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal dan membuka lapangan kerja baru.

​PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Pekanbaru bukan hanya memberi manfaat gizi untuk ribuan penerima, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal dan membuka lapangan kerja baru. Hal itu diungkapkan Windra Pricindi Anatasia, S.E., M.Si., Mitra Dapur MBG Kecamatan Bukit Raya.

​Menurut Windra, kehadiran MBG membuat kebutuhan bahan pangan meningkat signifikan sehingga para mitra harus menambah tenaga kerja baru untuk proses pengemasan hingga pengiriman.

"Pendapatan meningkat dan tentu membuka lapangan kerja. Kami harus menambah anggota untuk memenuhi kebutuhan MBG setiap hari," ujarnya.

​Meski volume bahan baku besar, ia menegaskan bahwa dapur MBG tidak memberikan permintaan khusus untuk item tertentu. Namun, seluruh pelaku UMKM yang terlibat wajib menyediakan bahan baku kualitas premium. Mulai dari tempe, tahu, ayam, ikan, sayuran, buah, hingga bahan lainnya.

​"Kebutuhan bahan baku mendekati 4.000 kilogram per hari. Untuk ayam saja 300–350 kilogram, sementara sayuran 100–200 kilogram setiap hari," tambahnya.

​Windra mengungkapkan, selama program berjalan di Pekanbaru, pihaknya belum menemui kendala berarti baik dari sisi pasokan maupun kualitas bahan pangan. Standar kontrol mutu diterapkan ketat.

"Kami selalu sortir bahan yang datang. Kalau ada yang tidak sesuai, langsung kami retur. Jadi kualitas tetap terjaga," jelasnya.

​Saat ini, Dapur MBG Kecamatan Bukit Raya melayani 3.994 penerima manfaat, terdiri dari siswa, ibu menyusui, ibu hamil, serta balita. Windra berharap program ini terus berlanjut karena dampaknya meluas hingga masyarakat marginal.

​"Bukan hanya anak-anak atau pedagang yang merasakan manfaatnya. Bahkan pemulung juga terbantu. Mereka tak perlu lagi keliling mencari sisa makanan atau barang bekas, karena di dapur MBG semua sudah tersedia. Tinggal diambil," ungkapnya, Rabu (10/12/2025).

​Meski demikian, menjadi mitra MBG juga memiliki tantangan. "Sukanya, ada kebahagiaan tersendiri bisa terlibat meski belum untung atau balik modal. Dukanya, banyak komentar negatif dan perlakuan yang menyakitkan dari netizen. Tapi kami tetap berusaha memberikan yang terbaik," katanya.

​Di sisi lain, pelaku UMKM pemasok sayuran, Nofrita, mengaku bangga bisa terlibat dalam program nasional tersebut. Selain menambah pendapatan, ia bisa mempekerjakan warga sekitar untuk membantu penyortiran sayuran.

​"Permintaan dari dapur hanya satu: bahan harus berkualitas. Makanya kami sortir dulu di pasar sebelum dikirim. Nanti di dapur MBG juga disortir lagi. Kalau ada yang rusak, pasti kami tukar," ujarnya.

​Dalam sekali proses masak, Nofrita memasok 100–200 kilogram sayuran, tergantung menu yang disiapkan. "Harga kami sesuaikan dengan pasar. Sayuran kami ambil dari Sumatera Barat, dan kualitasnya selalu kami jaga," ungkapnya.

​Program MBG di Pekanbaru terus menunjukkan dampak positif, baik dari sisi ketahanan pangan maupun pemberdayaan UMKM dan masyarakat sekitar.

Editor : M. Erizal
#dapur MBG #bukit raya #dongkrak ekonomi #Program makan bergizi gratis (MBG)