PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Derap langkah wisatawan kini kian terasa di Kota Pekanbaru. Di sela hiruk pikuk kota, cagar budaya, masjid bersejarah, hingga taman wisata perlahan menjadi ruang temu bagi ribuan pengunjung setiap harinya. Tahun 2025 menjadi penanda kebangkitan sektor pariwisata di ibu kota Provinsi Riau ini.
Sepanjang Januari hingga November 2025, jumlah kunjungan wisatawan ke Pekanbaru menembus angka 2.077.538 orang. Angka ini jauh melampaui target yang ditetapkan Pemerintah Kota Pekanbaru sebanyak 1,5 juta kunjungan.
Mayoritas wisatawan merupakan wisatawan nusantara, sementara ratusan lainnya datang dari mancanegara untuk mengenal jejak budaya Melayu di Kota Bertuah.
“Setiap hari ada kunjungan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Ini luar biasa,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru, Akmal Khairi, Selasa (30/12).
Menurut Akmal, meningkatnya minat wisatawan tidak terlepas dari berbagai kegiatan pariwisata serta perawatan cagar budaya yang terus dilakukan. Kawasan-kawasan bersejarah seperti Kampung Bandar Senapelan, Makam Marhum Pekan, hingga Masjid Raya Senapelan menjadi saksi bagaimana sejarah dan religi kembali hidup di tengah masyarakat modern.
Tak hanya wisata budaya dan religi, wisata alam dan rekreasi keluarga juga ikut menyumbang ramainya kunjungan. Danau Bandar Khayangan, Taman Wisata Alam Mayang, Asia Farm, hingga Asia Heritage menjadi pilihan wisatawan untuk menikmati waktu senggang bersama keluarga.
Melihat tren positif ini, Disbudpar Kota Pekanbaru berkomitmen menjaga denyut pariwisata dengan merawat dan memperbaiki cagar budaya serta melengkapi sarana dan prasarana pendukung. Langkah ini diyakini tidak hanya meningkatkan kenyamanan pengunjung, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan pendapatan daerah.
Ke depan, Pekanbaru juga bersiap menjadi panggung budaya Melayu melalui rencana penyelenggaraan Melayu se-Dunia Serumpun pada tahun mendatang. Agenda ini diharapkan semakin mengukuhkan Pekanbaru sebagai kota tujuan wisata budaya di Sumatera.
Di balik angka jutaan kunjungan itu, Pekanbaru perlahan menunjukkan wajahnya, bukan sekadar kota persinggahan, melainkan destinasi yang menyimpan cerita, tradisi, dan keramahan yang terus memanggil untuk kembali. (ilo)
Editor : M. Erizal