PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus mengintensifkan upaya pengendalian banjir di sejumlah titik rawan. Salah satu langkah utama yang dilakukan yakni penataan serta perbaikan sistem drainase agar aliran air tetap lancar saat curah hujan tinggi.
Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan bahwa perbaikan dan renovasi drainase menjadi prioritas utama dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. Kebijakan ini diarahkan untuk membenahi sistem drainase secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Perbaikan drainase menjadi prioritas utama dalam postur anggaran kami. Namun, perbaikan jalan tetap berjalan,” ujar Markarius, kemarin.
Dalam APBD 2026, Pemko Pekanbaru mengalokasikan anggaran hampir Rp100 miliar khusus untuk perbaikan drainase. Nilai tersebut hampir setara dengan anggaran perbaikan jalan pada tahun anggaran berjalan.
Seluruh pekerjaan drainase akan mengacu pada master plan pengendalian banjir yang telah disusun pemerintah kota. Tahapan dimulai dari pembenahan saluran dan parit berukuran besar sebagai jalur utama aliran air, kemudian dilanjutkan ke drainase skala kecil di kawasan permukiman.
“Kami mulai dari saluran besar sebagai jalur utama aliran air, lalu dilanjutkan ke drainase yang lebih kecil agar sistemnya terhubung dan berfungsi optimal,” jelasnya.
Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru juga rutin melakukan normalisasi drainase induk di sejumlah titik, dengan mengangkat sampah dan sedimen yang menghambat aliran air saat hujan deras.(ilo)
Editor : Edwar Yaman