PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - APBD 2026 Kota Pekanbaru diharapkan cepat disahkan dan bisa dibelanjakan sebelum bulan Ramadan nanti. Ini penting sebagai stimulan ekonomi di Kota Pekanbaru.
Hal ini disampaikan anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru Fathullah, Rabu (14/1). Ia menyampaikan kekhawatiran masyarakat bahwa lambatnya pengesahan APBD dikhawatirkan menekan daya beli masyarakat jelang Ramadan.
”Kita khawatir daya beli masyarakat kian memprihatinkan. Lesunya aktivitas jual beli sangat diras akan para pedagang dan akan berdampak langsung pada perekonomian,” kata Fathullah.
APBD 2026 Kota Pekanbaru yang lambat disahkan, Fathullah menekankan, pasti akan berpengaruh perputaran uang di Kota Pekanbaru.
”Kalau APBD ini belum disahkan, otomatis uang tidak berjalan. Akibatnya, jual beli pedagang juga ikut terhenti,” ujarnya.
Menurut Fathullah, situasi ini bukan lagi informasi atau analisis ekonomi baru. Bahwa daya jual beli pedagang yang ada di Pekanbaru sangat bergantung pada perputaran uang dari belanja pegawai, belanja modal ataupun proyek yang digerakkan pemerintah.
”Sekitar 40 sampai 50 persen perputaran ekonomi pedagang itu tergantung dari belanja ASN. Kalau gaji sudah cair, proyek sudah jalan, pedagang pasti ikut terbantu,” ungkapnya.
Politisi Demokrat ini mengungkapkan, saat ini kondisi keuangan masyarakat sangat terbatas. Banyak warga terpaksa mengutamakan biaya pendidikan anak dibandingkan kebutuhan lainnya.
Menghadapi tantangan ekonomi yang dinilai semakin berat di tahun 2026, Fathullah berharap Wali Kota Pekanbaru memberi perhatian serius. Hal ini untuk mencegah kemunduran sosial dan ekonomi di Kota Bertuah ini.(end)
Editor : Arif Oktafian