Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kisah Tragis Tewasnya SH, Pekerja Kafe yang Terjerat Judi Online: Inilah Pesan Terakhir dari Ponselnya

Dofi Iskandar • Selasa, 20 Januari 2026 | 14:11 WIB
Polisi tengah melakukan olah TKP tempat ditemukannya pria berinisial SH yang meninggal dunia dan diduga bunuh diri di salah satu kafe di Jalan Thamrin No 122, Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Sail.
Polisi tengah melakukan olah TKP tempat ditemukannya pria berinisial SH yang meninggal dunia dan diduga bunuh diri di salah satu kafe di Jalan Thamrin No 122, Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Sail.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pada Ahad (18/1/2026) pagi, di salah satu kafe di Jalan Tamrin di Pekanbaru masih lengang ketika kabar duka menyebar dari mulut ke mulut. Seorang pria muda berinisial SH, pekerja kafe yang dikenal pendiam dan ramah, ditemukan tak bernyawa. Tak ada keramaian, tak ada teriakan. Yang tersisa hanyalah keheningan dan sebuah pesan terakhir yang menyayat hati.

SH, warga Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Sail, diduga mengakhiri hidupnya setelah lama terjerat kecanduan judi online. Sebelum ditemukan meninggal dunia pada Ahad (18/1/2026), ia meninggalkan pesan perpisahan melalui aplikasi WhatsApp bukan kepada orang lain, melainkan kepada dirinya sendiri.

Dalam pesan itu, SH menuliskan penyesalan mendalam. Ia meminta maaf kepada keluarga dan orang-orang terdekat, mengakui kesalahan yang telah menumpuk seiring waktu.

Tekanan hidup, khususnya masalah keuangan akibat judi online, membuatnya merasa terpojok tanpa jalan keluar. SH mengaku telah mengambil uang kas kafe sebesar Rp3 juta, menggadaikan sepeda motor, dan terlilit utang.

Ia bahkan mencantumkan nominal uang untuk menebus motor tersebut, seraya meminta agar kendaraan itu dijual demi menutup kerugian yang ia tinggalkan. Namun, di antara kalimat penuh keputusasaan itu, terselip sebuah peringatan sederhana namun kuat seakan menjadi warisan terakhirnya.

"Jangan judi ya. Semuanya karena judi."

Pesan itu mencerminkan pergulatan batin SH. Ia mengaku kecanduan judi online, terutama setelah sempat merasakan kemenangan besar dan penarikan dana dalam jumlah signifikan. Kemenangan sesaat itu justru menjadi awal keterpurukan yang lebih dalam.

Inilah pesan terakhir SH, pekerja kafe yang diduga tewas bunuh diri.
Inilah pesan terakhir SH, pekerja kafe yang diduga tewas bunuh diri.

Ketika uang habis, utang menumpuk, dan rasa takut akan konsekuensi hukum menghantui. SH merasa hidup tak lagi sanggup ia lanjutkan.

Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, mengatakan bahwa dari hasil olah tempat kejadian perkara sementara, polisi tidak menemukan unsur tindak pidana.

"Tidak ada tanda-tanda kekerasan atau keterlibatan pihak lain. Barang bukti yang ditemukan menguatkan dugaan bahwa korban meninggal dunia akibat bunuh diri," ujarnya, Senin (19/1/2026) kemarin.

Baca Juga: TPP PPPK Hanya Rp300 Ribu, Repol Peringatkan Ancaman Turunnya Pelayanan Publik di Kampar

Pihak keluarga, lanjut Anggi, menolak dilakukan visum et repertum di RS Bhayangkara Pekanbaru. Keluarga telah membuat surat pernyataan resmi dan memilih mengurus pemakaman secara mandiri dengan bantuan warga sekitar.

Kepergian SH menambah daftar panjang kisah tragis yang berkaitan dengan judi online. Fenomena yang kian marak dan kerap luput dari perhatian hingga menelan korban. Di balik layar ponsel dan janji kemenangan instan, ada jerat yang perlahan menggerogoti mental, ekonomi, dan harapan hidup seseorang.(dof)

 

Editor : Edwar Yaman
#Pekerja kafe tewas #terjerat judi online #pesan terakhir #polresta pekanbaru