PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - PSPS Pekanbaru akan menjamu Adhyaksa FC Banten pada lanjutan Pegadaian Championship 2025-2026 di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, Jumat (23/1) pukul 19.00 WIB. Kemenangan menjadi target utama agar putaran kedua ini ditutup dengan happy ending sekaligus revans atau membalas kekalahan pahit saat putaran pertama lalu.
Pelatih PSPS Pekanbaru Aji Santoso memastikan kondisi para pemain dalam keadaan fit jelang menghadapi Adhyaksa FC Banten dan diharapkan menjadi modal penting untuk menutup fase ini dengan hasil manis. “Kondisi pemain saat ini sangat baik. Mudah-mudahan ini bisa menjadi modal yang bagus untuk pertandingan besok (malam ini, red),” ujar Aji Santoso, dalam konferensi pers, Kamis (22/1).
Aji mengakui Adhyaksa FC Banten memiliki kualitas pemain yang cukup mumpuni, terlebih dengan adanya tambahan beberapa pemain baru. Meski demikian, ia menegaskan telah mengantisipasi kekuatan lawan melalui sesi latihan. “Mudah-mudahan pemain bisa tampil maksimal dan menjalankan instruksi dengan baik. Di laga kandang terakhir ini, kami ingin happy ending,” tegasnya.
Lebih lanjut, Aji menilai kekuatan utama Adhyaksa FC Banten berada di lini depan. Namun ia melihat adanya celah yang bisa dimanfaatkan oleh timnya. “Kami sudah mengantisipasi kelebihan-kelebihan lawan dan saya melihat ada sedikit celah yang bisa kita manfaatkan,” tambahnya.
Sementara itu, pemain PSPS Ilham Syafri menyatakan seluruh pemain telah melakukan persiapan dengan baik untuk menghadapi pertandingan malam ini. “Semoga kami bisa menampilkan yang terbaik pada pertandingan besok (malam ini, red),” ujarnya.
Laga ini menjadi krusial bagi PSPS yang tengah berjuang memperbaiki posisi di klasemen Grup Barat. Askar Bertuah saat ini berada di peringkat delapan dengan koleksi 20 poin dari 16 pertandingas. Sementara Adhyaksa FC menempati posisi kedua dengan 29 poin.
Pertandingan ini juga sarat nuansa emosional. Pada pertemuan putaran pertama, 1 November 2025, PSPS menelan kekalahan telak 3-7. Kekalahan tersebut menjadi evaluasi besar, khususnya bagi lini pertahanan PSPS yang kala itu mudah dieksploitasi. Editor : Arif Oktafian