PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- Upaya Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus bergerak.
Tak hanya menyasar anak-anak di pusat kota, program ini didorong agar menjangkau wilayah pinggiran hingga kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Salah satu wujud nyata komitmen tersebut terlihat di Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Timur. Di wilayah ini, pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG tengah berlangsung. Proses pembangunan telah berjalan selama sekitar sepuluh hari, dan progres fisik bangunan mulai tampak.
Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru, Markarius Anwar, menyebut pembangunan dapur MBG Okura diharapkan dapat segera rampung agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.
“Pembangunan dapur MBG ini mudah-mudahan bisa segera rampung dan melayani anak-anak kita di wilayah 3T. Kami berharap pengerjaannya cepat dan sesuai dengan standar Badan Gizi Nasional (BGN), sehingga pelayanan makan bergizi gratis dapat segera diberikan,” ujar Markarius usai meninjau lokasi, Senin (26/1/2026).
Secara teknis, Markarius menilai tidak ada kendala berarti dalam proses pembangunan. Namun demikian, Pemko Pekanbaru tetap mengantisipasi persoalan jangka panjang, terutama terkait kepastian status lahan yang digunakan.
“Awalnya kami mengusulkan pembangunan di lahan pertanian milik pemko yang lokasinya tidak jauh dari area saat ini. Akan tetapi, terjadi perbedaan pendapat terkait lokasi dengan pihak investor,” jelasnya.
Untuk menghindari potensi masalah di kemudian hari, Pemko meminta agar lahan yang digunakan dibeli oleh investor dan dihibahkan kepada Pemerintah Kota Pekanbaru. Langkah ini dinilai penting guna memastikan keberlanjutan operasional dapur MBG.
Dapur MBG yang berlokasi di Jalan Raja Panjang Okura ini menjadi salah satu dapur MBG di wilayah 3T di Pekanbaru, selain yang berada di Kelurahan Melebung dan Sungai Ukai. Khusus di Okura, jumlah penerima manfaat saat ini tercatat sebanyak 693 orang, yang mencakup kelompok B3 seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
“Seharusnya penerima manfaat bisa lebih dari seribu orang. Namun dengan progres pembangunan seperti saat ini, kami optimistis dapur MBG ini dapat selesai sesuai target, yakni 35 hari,” tambah Markarius.
Pembangunan dapur MBG Okura dilaksanakan oleh pihak swasta. Setelah rampung, hasil pekerjaan akan dinilai oleh tim appraisal. Biaya pembangunan selanjutnya akan diganti oleh pemerintah beserta keuntungan perusahaan, sebelum bangunan SPPG diserahkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk dioperasikan. (ilo)
Editor : M. Erizal