PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya seorang petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru, Masrial (36), yang menjadi korban tabrak lari saat menjalankan tugas.
"Atas nama Pemerintah Kota Pekanbaru, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Masrial. Almarhum meninggalkan seorang istri dan dua orang putri, masing-masing berusia 12 tahun dan dua setengah tahun," ujar Agung Nugroho, Rabu (28/1).
Wako Agung Nugroho menegaskan, Pemko Pekanbaru akan hadir dan membantu keluarga korban, untuk pendidikan anak-anak almarhum.
"Kami Pemerintah Kota Pekanbaru akan memberikan bantuan serta beasiswa kepada anak-anak almarhum yang masih bersekolah. Selain itu, kami juga memberikan pendampingan dan bantuan kepada istri yang kini harus menjalani kehidupan sebagai tulang punggung keluarga," jelasnya.
Agung Nugroho juga menyebutkan bahwa dirinya telah memerintahkan Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) untuk segera mendatangi rumah sakit setelah mendapat informasi bahwa jenazah almarhum akan dipulangkan ke kampung halaman di Solok, Sumatera Barat.
"Tadi pagi saya sudah memerintahkan Pj Sekda untuk segera ke rumah sakit. Karena almarhum akan dimakamkan di Solok, maka seluruh proses pemulangan jenazah kami fasilitasi dan seluruh biayanya ditanggung oleh Pemerintah Kota Pekanbaru," tegasnya.
Ia pun mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan. "Sekali lagi, kami doakan semoga keluarga korban diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini," tuturnya.
Sementara itu, Wako Agung menjelaskan kronologi awal kejadian berdasarkan laporan yang diterima Pemerintah Kota Pekanbaru. "Kami menerima kabar duka sekitar pukul 03.00 WIB, setelah dihubungi oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru. Disampaikan bahwa salah satu petugas kami yang sedang menjalankan tugas pengecatan marka jalan di Jalan Tuanku Tambusai, tepatnya di persimpangan Jalan Paus, menjadi korban kecelakaan tabrak lari dan meninggal dunia di tempat," ungkapnya.
Berdasarkan hasil penelusuran rekaman CCTV, Pemko Pekanbaru telah mengantongi identitas kendaraan yang diduga terlibat. "Dari rekaman CCTV, kami mendapatkan informasi kendaraan dengan nomor polisi B 1557 RKM. Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang mengetahui keberadaan kendaraan tersebut agar segera melapor kepada pihak berwajib," katanya.
Agung Nugroho menegaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk segera menangkap pelaku. "Kami sudah berkoordinasi dan meminta bantuan kepada Bapak Kapolda Riau, Dirlantas Polda Riau, serta Kapolresta Pekanbaru agar pelaku segera ditangkap. Kami khawatir pelaku melarikan diri," pungkasnya.
Editor : Rinaldi