PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tindak kriminal seperti jambret atau perampasan, menjadi penyakit di kota besar seperti Kota Pekanbaru. Ratusan ribu orang hilir mudik berkendara tiap hari memberi peluang para pelaku jambret untuk melancarkan aksinya.
Kejahatan jalanan ini akan selalu mengintai, namun pencegahan bukanlah suatu hal yang mustahil. Penegak hukum dan masyarakat sama-sama punya peran untuk mencegahnya.
Kriminolog Universitas Islam Riau Kasmanto Rinaldi mengatakan, kontruksi kejahatan dimulai dari adanya kesempatan di mata para pelaku. Kesempatan itu muncul ketika Polisi sebagai penegak hukum tidak terlihat di jalan dan adanya sasaran empuk.
Kasmanto melihat, fenomena yang sudah beberapa waktu tidak mengemuka di Kota Pekanbaru ini kembali muncul, bisa jadi karena mulai lengahnya kewaspadaan masyarakat sebagai pengguna jalan.
''Kadang kita mulai lalai, dalam meletakkan tas, kadang di lengan, kadang di stang, kadang di depan motor ketika berkendara. Bagi para pelaku kejahatan, mereka selalu mengintai, kita lalai mereka ambil kesempatan,'' ujarnya.
Kasmanto berharap tidak ada lagi laku berkendara yang memberi peluang bagi para kriminal untuk berbuat kejahatan di jalan. Kebiasan meletakkan barang berharga pada posisi rawan akan memancing perhatian para pelaku kejahatan.
''Jambret ini kan mereka melaksanakan ini dengan sesuatu pemetaan. Jadi dia sudah memprediksi, sudah mulai mempelajari ruang atau daerah mana yang mereka bisa melakukan aksinya. Dan kecenderungannya mereka itu bisa membaca perilaku manusia. Maka kita tidak boleh lalai,'' ungkapnya.
Sikap kewaspadaan, menurut Kasmanto, harus sudah dimulai dilakukan ketika hendak keluar dari rumah. Selain itu berharap polisi, terutama polisi lalu lintas yang selalu berada di jalan, untuk lebih komit menghadirkan rasa aman di jalan.
Kasmanto yakin polisi sudah punya peta wilayah rawan, bahkan sudah turun untuk memastikan kemanan pengguna jalan.
Namun, bila rutinitas itu saja yang diandalkan, maka terjadilah seperti yang terjadi baru-baru ini. Maka ia melihat polisi perlu meningkatkan kuantitasnya di jalan. Baik dari segi personel maupun kegiatan patroli.
''Buatlah pengguna jalan raya itu merasa aman. Aman dan nyaman. Jadi ketika ada banyak polisi dan kendaraan polisi di jalan, penjahat akan takut wargapun nyaman di jalan raya. Jadi peningkatan kuantitas patroli, terutama polisi lalu lintas, itu harus intens, harus tinggi,'' ungkapnya.
Editor : M. Erizal