PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tempat hiburan malam New Paragon di Jalan Syarif Kasim, Kota Pekanbaru digembok Satpol PP Kota Pekanbaru pada Senin (2/2/2026) malam. Hal ini setelah ratusan warga kota bersama mahasiswa dan sejumlah tokoh masyarakat menggelar aksi sejak sore hari. Tuntutan warga agar kelab malam itu disegel, buntut video viral diduga pesta waria, akhirnya terkabul.
Langkah penggembokan ini berlangsung alot. Setelah dua kali salat jemaah di badan jalan, massa aksi baru dapat menyaksikan pintu depan New Paragon dirantai lalu digembok sekitar pukul 20.45 WIB. Aksi massa yang dimotori mantan Gubernur Riau Edy Natar Nasution, aktivis senior Azlaini Agus, mantan Anggota DPRD Riau Ade Hartati dan sejumlah tokoh agama, tidak puas dengan hal itu.
Massa yang semula berada di luar pagar, beberapa merangsek masuk untuk menyaksikan sendiri penggembokan. Azlaini Agus, menggunakan pengeras suara, meminta perwakilan massa memeriksa semua pintu masuk New Paragon.
Baca Juga: Usai Diduga Bakar Satu Hektare Lahan di Kampung Senepis Kecil, Petani di Dumai Ini Diringkus Polisi
''Jangan kucing-kucingan ya, cek pintu belakang. Jangan depan digembok, di belakang terbuka,'' ujarnya dengan suara tinggi.
Sekitar pukul 20.48 WIB, setelah memastikan pintu New Paragon digembok, penggerak aksi meminta massa yang menasuki halaman tempat hiburan itu untuk meninggalkan lokasi atau kluar dari pagar.
Tidak puas, massa bukannya keluar, mereka kembali bergerak ke belakang gedung untuk memastikan lagi semua pintu benar-benar digembok.
Baca Juga: Mantan Ketua DPRD Riau Asri Auzar Divonis Bersalah atas Perkara Penggelapan
Baru sekitar pukul 21.25 WIB, semua orang, termasuk personel gabungan Polresta Pekanbaru dan Satpol PP semula siaga di dalam pagar New Paragon, keluar dari lokasi. Termasuk dua kendaraan taktis yang parkir di halaman gedung sejak sore.
Hanya saja, massa aksi masih bertahan di lokasi. Edy Natar meminta perwakilan pemerintah yang masih berada di lokasi untuk berbicara di hadapan massa usai penggembokan itu. Namun ia tidak kunjung muncul.
Pantauan Riau Pos, Pj Sekdako Pekanbaru Ingot Hutasuhut yang pada sore hari sempat menemui warga, tidak terlihat lagi di lokasi. Hal ini membuat puluha warga bersaka para tokoh tetap berada di depan New Paragon. Bahkan setelah tulisan ini duturunkan sekitar pukul 21.40 WIB malam.
Sementara itu perwakilan Manajemen New Paragon Dodi Gusti mengaku pasrah tempat usaha hiburan malamnya itu disegel. Sebenarnya Humas mereka sudah berada di lokasi untuk meluruskan informasi, namun ia memahami tuntutan warga.
''Kami ikut saja aturan pemerintah,'' ujarnya saat dihubungi lewat sambungan telepon.
Dodi mengaku pasrah New Paragon ditutup dan siap menunggu keputusan pemerintah selanjutnya. Dodi juga memaklumi tuntutan warga. Namun ia menegaskan tidak pernah berniat menfasilitasi kegiatan yang diduga pesta waria tersebut.
''Sebenarnya kami kecolongan juga, kami tidak tahu bahwa yang hadir begitu (diduga waria, red). Kami juga tidak setuju itu dan tidak akan menfasilitasi kegiatan seperti itu,'' ujarnya.
Doni mengaku mereka tidak mengidentifikasi setiap pemesan tempat hiburannya. Termasuk jenis kegiatan secara spesifik. Namun nasi sudah menjadi bubur, ia akan serahkan kepada pemerintah.(end)
Editor : Edwar Yaman