PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kabut pagi masih menyelimuti Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Sabtu (7/2) dini hari saat Raul mulai mengayuh sepedanya. Jarum jam baru menunjukkan pukul 03.00 WIB. Di tengah sunyinya dini hari, Raul memulai perjalanan panjang sejauh 275 kilometer menuju Pekanbaru untuk mengikuti Riau Pos Fun Bike 2026 yang dipusatkan di MPP Pekanbaru, Jalan Sudirman.
Raul bukan peserta biasa. Ia datang sebagai peserta perseorangan dari komunitas sepeda Galaxy Gowes Lubuk Basung. Subuh itu, Raul menunaikan salat di bawah embun pagi di Agam, momentum hening sebelum tantangan panjang dimulai. Sekitar pukul 08.00 WIB, ia tiba di Jam Gadang Bukittinggi yang menjadi saksi bisu perjuangan kayuhannya.
Perjalanan berlanjut ke Payakumbuh, tempat ia menyempatkan diri sarapan pukul 10.00 WIB untuk mengisi tenaga. Siang harinya, Raul singgah di Kelok Sembilan sekitar pukul 12.00 WIB. Di jalur berkelok dengan panorama alam yang megah itu, ia sempat bercengkrama dengan rekan-rekan, sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Sore harinya, pukul 16.00 WIB, ia berhenti di Kelok Indah untuk makan, istirahat, dan menunaikan salat. Namun perjalanan jauh tentu tak selalu ramah. Memasuki kawasan Rimbo Datar, tenaga mulai terkuras akibat panas terik. Nyeri di bagian tubuh, terutama di bagian pantat, mulai terasa.
Namun, perjalanan terus dilanjutkan dan tiba Bangkinang. Namun, nafsu makan sempat menghilang. Beruntung, di Kampar ia ditraktir makan bakso oleh rekannya yang telah menanti perjalanan panjangnya. Suntikan semangat di tengah kelelahan.
Hujan yang turun memaksa Raul berhenti di Kampar sekitar pukul 20.00 WIB. Setelah beristirahat sejenak, ia kembali mengayuh pukul 23.00 WIB. Dengan sisa tenaga dan tekad yang tersisa, Raul akhirnya tiba di Pekanbaru pada Ahad (8/2) pukul 01.00 WIB dini hari. “Selama perjalanan tidak ada gangguan, semuanya lancar,” ujar Raul.
Meski hingga kini rasa nyeri masih terasa, kepuasan berhasil menaklukkan rute panjang itu tak tergantikan. Raul mengaku sudah sering gowes dari daerah asal ke lokasi event, namun perjalanan ke Pekanbaru adalah pengalaman pertamanya. “Kalau masih terjangkau, pasti kami gowes,” katanya.
Bahkan, setelah acara selesai nanti, ia pulang ke Lubuk Basung dengan bersepeda kembali, meski akan beristirahat sehari terlebih dahulu. Baginya, perjalanan ini bukan sekadar jarak tempuh. Keindahan alam sepanjang rute, jalan berkelok, tanjakan panjang, turunan menantang, dan panorama yang luar biasa menjadi kenangan tak terlupakan.
Raul berharap, melalui Riau Pos Fun Bike 2026, budaya bersepeda semakin digemari dan komunitas gowes semakin ramai. “Semoga pecinta gowes makin banyak dan semangat kebersamaan terus tumbuh,” ujarnya. Perjalanan panjang, penuh tantangan, dan sarat makna menjadi bukti bahwa bagi Raul, gowes bukan sekadar olahraga, melainkan semangat dan kecintaan terhadap gowes bisa terus tumbuh dan semakin ramai.(das)
Laporan DOFI ISKANDAR, Pekanbaru
Editor : Arif Oktafian