PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Lewat program pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi, polisi di beberapa daerah terus menggesa progres pembangunan jembatan yang menjadi akses vital penyeberangan warga.
Seperti jembatan kayu di Desa Sangau, Kecamatan Kuantan Mudik yang rusak, kini progress pembangunanya sudah mencapai 60 persen. Sementara pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi yang menjadi akses utama menuju SDN 020 Parit 14, Kelurahan Sapat, Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra), Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sudah rampung 100 persen dikerjakan.
Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana SH SIK MH menegaskan, pembangunan jembatan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan bentuk kepedulian Polri terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses infrastruktur yang aman dan layak.
’’Kami mengedepankan keselamatan dan kualitas pekerjaan. Sinergi yang terjalin antara personel Polri, para tukang, dan warga menjadi kunci kelancaran pembangunan jembatan ini,’’ ujar AKBP Hidayat Perdana, Selasa (10/2).
Menurutnya, saat ini pekerjaan konstruksi telah memasuki beberapa tahapan penting. Yakni, pengecatan tiang jembatan, pembongkaran papan jembatan lama, serta pemasangan dan pengelasan rangka
utama. Jembatan ini dirancang dengan panjang sekitar 50 meter dan lebar 3,5 meter, sehingga mampu memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi para pengguna.
Selain jembatan di Desa Sangau, Desa Muara Tiu, Kecamatan Pucuk Rantau juga mendapatkan program pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi. Jembatan ini diharapkan dapat segera rampung dan dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Sangau maupun Muara Tiu sebagai sarana penyeberangan yang kokoh, aman, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kemitraan serta kepercayaan antara Polri dan masyarakat. Editor : Arif Oktafian