Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pemko Pekanbaru Kembali Berikan Insentif Mubalig dan Tanggung Biaya Embarkasi Haji

Joko Susilo • Senin, 16 Februari 2026 | 11:42 WIB
Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho
Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Menjelang bulan suci Ramadan, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengumumkan kembali mengaktifan insentif bagi para mubalig dan mubaligah. Kebijakan ini disampaikan Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho, saat bersilaturahmi bersama ustaz, ustazah, imam masjid paripurna, serta perwakilan organisasi dakwah di kediaman wali kota, Ahad (15/2).

Dalam kesempatan tersebut, Agung menyampaikan bahwa insentif mubalig yang sebelumnya sempat ditiadakan kini kembali dialokasikan pada tahun anggaran berjalan. "Memang pada tahun sebelumnya, insentif mubalig sempat dihapuskan," katanya.

Pada tahun ini, Pemko kembali menganggarkan insentif tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap peran dakwah di tengah masyarakat. "Tahun ini, insentif mubalig kita aktifkan kembali. Namun, tentu harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab karena seluruhnya bersumber dari uang rakyat," ujar Agung.

Selain kebijakan tersebut, Pemko Pekanbaru juga mengalokasikan anggaran untuk membantu biaya domestik atau embarkasi haji bagi jemaah asal Pekanbaru. Total anggaran yang disiapkan mencapai lebih dari Rp7 miliar untuk sekitar 1.300 jemaah.

Pada forum itu, Agung mengajak para mubalig untuk berperan aktif dalam menjaga ketenteraman dan menyampaikan pesan-pesan dakwah yang menyejukkan, terutama dalam memperkuat kerukunan antarumat beragama. "Jika kota tidak tenteram, iklim usaha tidak akan tumbuh. Kerukunan adalah fondasi pembangunan," tegas Agung.

Ia menyebut stabilitas sosial berdampak langsung terhadap pertumbuhan investasi di Kota Pekanbaru. Sepanjang 2025, nilai investasi yang sebelumnya berada di kisaran Rp5 triliun meningkat menjadi antara Rp8 triliun hingga Rp12 triliun.

Menurutnya, sebagai ibu kota Provinsi Riau, Pekanbaru memiliki posisi strategis sehingga pembangunan harus dirancang dalam perspektif jangka panjang. "Pekanbaru merupakan barometer Provinsi Riau. Sehingga, penataan kota harus berorientasi jangka panjang," ucap Agung.

Dalam konteks keberlanjutan pembangunan, ia juga menekankan pentingnya melanjutkan program-program kepala daerah sebelumnya. "Jabatan pasti ada akhirnya. Yang penting adalah kesinambungan program demi kemajuan Pekanbaru," ucap Agung.

Menjelang Ramadan, Agung turut mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama dalam hal pengelolaan sampah. Ia berharap para mubalig dapat menyampaikan pesan kebersihan sebagai bagian dari nilai keimanan kepada jemaah. Agung juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas pelayanan pemerintah yang belum sepenuhnya optimal, serta menegaskan komitmennya untuk merangkul seluruh elemen masyarakat lintas latar belakang dan agama demi menjaga kerukunan dan memajukan Kota Pekanbaru.

Editor : Rinaldi
#insentif mubaligh #biaya embarkasi haji #pemko pekanbaru