PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru telah menyiapkan pelaksanaan tradisi Petang Belimau dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan, Rabu (18/2/2026) besok. Kegiatan tersebut diperkirakan diikuti minimal 5.000 masyarakat, melihat tingginya antusias warga setiap tahun.
Menurut Wali Kota (Wako Pekanbaru Agung Nugroho, Selasa (17/2/2026), Petang Belimau merupakan budaya yang telah mengakar di tengah masyarakat Melayu sebagai bentuk kebahagiaan dan kegembiraan dalam menyambut datangnya Ramadan. Tradisi ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antarwarga.
“Ya, persiapan Petang Belimau ini akan diikuti oleh minimal 5.000 masyarakat Kota Pekanbaru. Kita melihat antusias masyarakat terhadap Petang Belimau sangat tinggi. Jadi ini adalah budaya yang memang sudah menjadi, bisa dikatakan, kesenangan dan kebahagiaan dalam menyambut bulan suci Ramadan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan Petang Belimau tahun ini akan dilaksanakan di Rumah Singgah Tuan Kadi yang berada di pinggiran Sungai Siak. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki nilai sejarah dan budaya yang kuat bagi masyarakat Pekanbaru.
Agung Nugroho menegaskan bahwa Petang Belimau murni merupakan kebudayaan masyarakat yang bertujuan menciptakan suasana kebersamaan, kepedulian, dan berbagi kepada sesama.
“Ini tidak menjadi sebuah kewajiban. Ini hanya tradisi atau kebudayaan yang dianggap penting. Di dalamnya ada santunan anak yatim, kemudian pasar murah, berbagi sembako, dan berbagai kegiatan sosial lainnya,” jelasnya.
Selain kegiatan sosial, Pemerintah Kota Pekanbaru juga menargetkan pelepasan 10.000 bibit ikan patin ke Sungai Siak. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan populasi ikan patin sungai sekaligus mendukung ketahanan pangan serta pelestarian ekosistem sungai.
“Kami juga menargetkan pelepasan 10.000 bibit ikan patin sungai. Harapannya ke depan tentu lebih banyak patin sungai di Kota Pekanbaru, khususnya di Sungai Siak,” tambah Agung.
Ia mengatakan, kegiatan tersebut juga sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan konsep Ruang Terbuka Hijau Biru (RTHB) yang bertujuan menjaga kelestarian lingkungan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
"Dengan rangkaian kegiatan tersebut, kami berharap tradisi Petang Belimau tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat serta pelestarian lingkungan," tutupnya.(ali)
Editor : Edwar Yaman