Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Wako Agung Apresiasi LPS, Sebut Pekanbaru Kini Bersih Berkat Kolaborasi

M Ali Nurman • Selasa, 17 Februari 2026 | 22:45 WIB
Wako Agung Nugroho didampingi Ketua TP PKK Pekanbaru Sulastri Agung memberikan cinderamata pada Perwakilan LPS saat bersilaturahmi, Selasa (17/2/2026).
Wako Agung Nugroho didampingi Ketua TP PKK Pekanbaru Sulastri Agung memberikan cinderamata pada Perwakilan LPS saat bersilaturahmi, Selasa (17/2/2026).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho mengapresiasi peran Lembaga Pengelola Sampah (LPS) dalam menjaga kebersihan kota. Hal itu disampaikannya saat silaturahmi dengan LPS se-Kota Pekanbaru, Selasa (18/2/2026) di kediaman dinas wali kota di Jalan Ahmad Yani, Pekanbaru.

Dalam kesempatan tersebut, Agung menyebut kepala daerah sebelumnya sebenarnya memiliki dukungan dan sumber daya yang luar biasa. Namun menurutnya, kedekatan dengan jajaran dan lingkungan pemerintahan menjadi faktor penting dalam mewujudkan kinerja maksimal.

"Wali kota-wali kota sebelumnya itu sebenarnya mendapat pasukan yang luar biasa, tapi hanya saja mungkin kurang dekat dengan semua pejabat dan lingkungan Kota Pekanbaru. Biasanya Pekanbaru itu selalu minus. Tapi tahun ini, Bapak-ibu sekalian, kita didukung, jalan 42 km selesai, habis itu surplus Rp200 miliar. Bayangkan, ini kalau tak didukung sama yang seperti ini," ujarnya.

Ia mengaku selama lima tahun menjadi anggota dewan serta aktif di berbagai organisasi seperti KNPI, IMI hingga organisasi mahasiswa, belum pernah mendengar kepala daerah menyampaikan kondisi daerah dalam posisi surplus. Menurutnya, hal ini terjadi berkat dukungan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

"Saya sudah lama jadi anggota dewan, 5 tahun, jadi Ketua KNPI, Ketua IMI, Ketua Mahasiswa, dan lain-lain. Tak pernah saya dengar bahwa kepala daerah ngomong daerahnya surplus. Baru sekali inilah kepala daerah bilang surplus. Ini karena didukung oleh kepala OPD. Saya ucapkan terima kasih banyak kepada Pak Pj Sekda dan seluruh jajaran," katanya.

Agung juga menegaskan keberadaan LPS menjadi kebanggaan baru bagi Kota Pekanbaru. Ia menyebut lembaga ini bukan sekadar menambah beban biaya, tetapi telah menjadi model pengelolaan sampah yang menarik perhatian daerah lain.

"Kita bangga dan hari ini yang kita buat bangga lagi adalah adanya LPS. LPS ini bukan lagi tentang hal yang kata orang, pertama tentu orang bilang, Ah, tambah beban biaya. Wah, ini hal yang tak mungkin bisa menyelesaikan masyarakat. Tapi LPS Kota Pekanbaru ini, bapak-ibu, ke mana pun kami turut ketemu dengan seluruh kepala daerah, ceritanya apa? Pak Wali bilang, Kapan kami bisa belajar dengan LPS Kota Pekanbaru? Kita bersyukur kepada Allah SWT," sebutnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak bersyukur dapat berkumpul menjelang bulan suci Ramadan. Salawat dan salam disampaikannya kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk rasa syukur atas kesehatan dan kesempatan yang diberikan.

Agung menilai persoalan sampah merupakan tantangan global. Tidak hanya Indonesia, negara maju seperti Amerika Serikat pun masih menghadapi persoalan yang sama. Namun menurutnya, Pekanbaru kini menunjukkan kemajuan berkat kerja keras LPS.

"Tantangan kota besar dan bahkan tantangan negara-negara besar tidak lagi tentang penjajah, tidak lagi tentang pembangunan hebat-hebat. Tapi bapak-ibu sekalian, tidak hanya Indonesia, Amerika, kota atau negara besar juga belum bisa selesai terkait urusan yang disebut sampah. Tapi kita hari ini, Pekanbaru, atas dukungan seluruh LPS menjadi pejuang kebersihan," jelasnya.

Ia membandingkan kondisi Pekanbaru dengan sejumlah kota lain yang masih menghadapi persoalan serius. Bahkan, menurutnya, di beberapa daerah sampah sampai dibuang di lingkungan kantor wali kota.

"Pekanbaru dibandingkan kota-kota lain, Tangerang, Bali, Bandung, Bengkulu, sampai sampah dibuang di kantor wali kota. Tapi Pekanbaru awal tahun, akhir tahun sampai hari ini, bersih semuanya. Kami mengucapkan ribuan terima kasih atas kehadiran LPS ini," ungkapnya.

Meski demikian, Agung mengakui LPS belum bekerja maksimal. Hal itu disebabkan belum sepenuhnya didukung oleh camat dan lurah. Ia bahkan menyampaikan permohonan maaf kepada LPS atas kondisi tersebut.

"Walaupun hari ini LPS ini belum bekerja maksimal. Karena apa? Karena belum sepenuh hati camat dan lurah saya mendukung. Saya sebagai wali kota minta maaf. Tapi nanti, habis saya minta maaf, besok malam saya kumpulkan camat dan lurah ini," tegasnya.

Ia menilai LPS merupakan bagian penting dari pemerintah di tingkat wilayah. Menurutnya, kebersihan kota tidak bisa diukur dengan uang, tetapi dengan kekompakan dan kesadaran bersama.

"Kebersihan itu mahal sekali. Tidak bisa diukur dengan uang, tapi diukur dengan kekompakan, kesadaran dan keikutsertaan camat dan lurah. Tanpa didukung camat dan lurah maka mereka tidak akan bisa berjalan sendiri," katanya.

Agung juga menegaskan LPS di Pekanbaru menjadi kebanggaan karena mampu mandiri tanpa subsidi APBD, berbeda dengan sejumlah daerah lain. "Kita bangga, LPS yang di tempat lain seperti Sumba, Jogja, rata-rata masih menggunakan subsidi dari pemerintah kota. Kita harus dukung LPS, karena di Pekanbaru itu mandiri tanpa APBD," ujarnya.

Ia mengingatkan keberadaan LPS merupakan solusi dari kondisi darurat sampah yang pernah terjadi di Pekanbaru pada masa sebelumnya. Ia juga menyebut saat masa transisi, berbagai pihak bahkan harus bekerja tanpa henti untuk mengatasi persoalan tersebut.

Agung juga mengajak seluruh pengelola dan petugas kebersihan untuk bersatu dalam satu sistem agar pengelolaan sampah lebih tertib. Ia menyoroti masih adanya persaingan antar pengelola yang menyebabkan sampah dibuang sembarangan.

"Saya tahu hari ini masih saling rebutan. Ada yang mandiri, ada yang tarik ulur. Saya berharap semuanya bisa bergabung di dalam LPS supaya satu arah dalam membuang sampah dan tertib," katanya. Ia menjelaskan biaya pengelolaan sampah sebenarnya sangat kecil jika dihitung per hari. Karena itu, ke depan sistem pengelolaan akan terus ditingkatkan.

Agung juga menyampaikan bahwa pemerintah kota bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) terus melakukan pembelajaran, termasuk studi ke Jepang. Kunjungan itu difasilitasi oleh pemerintah pusat sebagai bentuk apresiasi terhadap pengelolaan sampah di Pekanbaru.

"Atas penghargaan dari LPS ini, saya dan Pak Kadis DLHK diberangkatkan oleh Menko Pangan untuk belajar lebih lanjut ke Jepang. Ini berkat bapak-ibu sekalian membersihkan Kota Pekanbaru," ujarnya.

Menurutnya, pengelolaan sampah di Jepang menunjukkan bahwa sampah dapat menjadi sumber ekonomi. Karena itu, Pemko Pekanbaru akan mendorong pemilahan sampah organik dan non-organik untuk meningkatkan nilai ekonomi.

"Kalau kita berhasil memilah organik dan non-organik, akan menambah nilai ekonomi. Organik bisa jadi pupuk, dibeli pemerintah kota. Non-organik dijual ke pabrik plastik yang difasilitasi pemerintah kota," jelasnya.

Ia menambahkan, pengolahan sampah juga akan dikembangkan melalui program maggot dan kompos bersama DLHK serta Dinas Pertanian dan Perikanan. Agung menyebut pemerintah akan memberikan tambahan ruas jalan dan kawasan ruko kepada LPS untuk dikelola. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan lembaga tersebut.

"Sekarang sudah berjalan dengan baik. Bagaimana cara kami menambahkan pendapatan LPS? Kami sebentar lagi akan memberikan ruas-ruas yang akan bebannya kami serahkan kepada LPS, jalan raya dan ruko," pungkasnya.

Editor : Rinaldi
#kota pekanbaru #kota bersih #Wako Agung Nugroho #apresiasi lps