Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Rekor Baru, 632 Napi Tarawih Berjemaah Bersama Kepala Lapas Pekanbaru

Hendrawan Kariman • Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:43 WIB

Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru Yuniarto (kemeja putih peci hitam) melaksanakan salat tarawih diantara 632 napi di lapas pada Jumat (20/2/2026) malam.
Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru Yuniarto (kemeja putih peci hitam) melaksanakan salat tarawih diantara 632 napi di lapas pada Jumat (20/2/2026) malam.
 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kegiatan ibadah Ramadan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru terus berlangsung dengan khusyuk dan penuh semangat pada Jumat (20/2/2026).

Namun kali ini bukan lagi 100 orang napi yang salah di Masjid At-Thaubah yang berada di tengah lapas itu. Tapi, rekor baru dengan 632 napi secara bersama Salat Tarawih bersama para petugas lapas.

"Bersama di antara mereka, bukan di saf depan, melainkan di antara para napi di tengah masjid," ujar Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru Yuniarto.

Kehadiran kembali Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru untuk Salat Tarawih bersamping-sampingan dengan warga binaan di malam ketiga ini sedikit spesial. Menurut Yuniarto, ia takjub melihat antusiasme dan kekhusyukan para napi, hingga ia kembali tarawih bersama mereka.

Kehadirannya dan para petugas ini, kata Yuniarto, menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program pembinaan keagamaan. Sekaligus mempererat hubungan antara petugas dan warga binaan dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan.

Yuniarto menyampaikan, pelaksanaan salat Tarawih berjamaah merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang bertujuan untuk membentuk karakter warga binaan menjadi lebih baik. Khususnya dalam meningkatkan kualitas spiritual selama menjalani masa pembinaan.

''Kami melihat antusiasme yang sangat tinggi dari warga binaan dalam menyambut dan menjalankan ibadah di bulan Ramadhan. Hal ini dibuktikan dengan jumlah kehadiran Salat Tarawih malam ini (kemarin, red) yang diikuti oleh sebanyak 632 orang warga binaan. Ini merupakan hal yang sangat positif sebagai bagian dari proses pembinaan kepribadian dan peningkatan keimanan mereka,'' ungkapnya.

Yuniarto menambahkan, Lapas akan terus berkomitmen untuk memberikan pembinaan keagamaan secara berkelanjutan. Menurutnya, Ramadan menjadi momen penting bagi warga binaan untuk memperbaiki diri, memperkuat spiritualitas, serta menumbuhkan kesadaran moral dan tanggung jawab pribadi.

''Melalui kegiatan keagamaan seperti Salat Tarawih, tadarus Al-Quran, dan ceramah agama, kami berharap warga binaan dapat memanfaatkan waktu selama menjalani masa pembinaan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan mempersiapkan diri kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik,'' tambahnya.

Kegiatan Salat Tarawih malam ke-3 ini berlangsung dengan tertib hingga selesai. Sejumlah petugas terlihat santai dalam pengawalan kegiatan pembinaan ini, mencerminkan semangat para napi hanya untuk fokus beribadah.(end)

 

Editor : Edwar Yaman
#rekor baru #kepala lapas pekanbaru #Lapas Kelas IIA Pekanbaru