Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pemko Pekanbaru-Polda Riau Kolaborasi Hadirkan Teknologi Waste to Energy Atasi Persoalan Sampah

M Ali Nurman • Jumat, 6 Maret 2026 | 03:34 WIB

Jajaran Pemko Pekanbaru bersama Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan melakukan peninjauan ke TPA Muara Fajar baru-baru ini.
Jajaran Pemko Pekanbaru bersama Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan melakukan peninjauan ke TPA Muara Fajar baru-baru ini.

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru berkolaborasi dengan Polda Riau menghadirkan teknologi Waste to Energy (WTE) sebagai langkah strategis untuk mengatasi persoalan sampah di Kota Pekanbaru. Teknologi ini akan diterapkan di TPA Muara Fajar dengan memanfaatkan gas metana dari timbunan sampah untuk diolah menjadi energi listrik.

Wali Kota (Wako) Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM, Kamis (5/3/2026) mengatakan, kolaborasi ini merupakan upaya nyata pemerintah kota dalam menghadirkan solusi berkelanjutan bagi persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan di kota yang terus bertumbuh seperti Pekanbaru.

“Kami ingin mengubah paradigma bahwa sampah bukan hanya masalah, tetapi juga potensi. Melalui teknologi Waste to Energy, sampah dapat diolah menjadi energi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Agung Nugroho.

Ia menjelaskan, proyek ini akan memanfaatkan gas metana yang dihasilkan dari timbunan sampah di TPA Muara Fajar untuk diubah menjadi energi listrik melalui pembangkit listrik tenaga biogas. Kapasitas listrik yang dihasilkan diperkirakan mencapai sekitar 3 megawatt dengan produksi energi sekitar 20,5 juta kWh per tahun.

Menurut Agung, proyek ini juga tidak akan membebani keuangan daerah karena dijalankan melalui skema kerja sama business-to-business (B2B) dengan pihak investor.

“Ini merupakan langkah inovatif karena tidak menggunakan APBD dan tidak membebani pemerintah kota dengan biaya tipping fee. Artinya, solusi pengelolaan sampah dapat berjalan sekaligus menghadirkan nilai ekonomi,” jelasnya.

Jajaran Pemko Pekanbaru bersama Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan melakukan peninjauan ke TPA Muara Fajar baru-baru ini.
Jajaran Pemko Pekanbaru bersama Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan melakukan peninjauan ke TPA Muara Fajar baru-baru ini.

Ia juga mengapresiasi peran Polda Riau yang turut memfasilitasi kolaborasi berbagai pihak dalam mewujudkan proyek ini. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, investor, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadirkan solusi lingkungan yang berkelanjutan.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Polda Riau yang telah memfasilitasi dan menginisiasi kolaborasi ini. Semangat gotong royong lintas sektor sangat penting untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Dengan hadirnya teknologi WTE ini, Pemerintah Kota Pekanbaru berharap dapat mengurangi volume sampah secara signifikan di TPA Muara Fajar, sekaligus menghasilkan energi terbarukan serta mendukung upaya pengurangan emisi gas rumah kaca.

Pemerintah Kota Pekanbaru juga berkomitmen untuk terus memperkuat sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir, termasuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengurangan serta pemilahan sampah.

“Persoalan sampah adalah tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi dan inovasi, kita optimistis Pekanbaru dapat menjadi kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” tutup Agung.

Laporan : M ALI NURMAN

Editor : M. Erizal
#pemko pekanbaru #Sampah #agung nugroho #muara fajar #polda riau