PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kebakaran melanda kawasan Komplek Asrama Polisi di Jalan Sisingamangaraja, Kota Pekanbaru, Kamis (12/3/2026) malam, sekitar pukul 20.14 WIB.
Dalam peristiwa tersebut, sedikitnya lima unit rumah dilaporkan terbakar.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru langsung mengerahkan sejumlah armada untuk memadamkan api.
Tercatat sebanyak delapan unit mobil pemadam kebakaran (MPK) dan satu unit mobil rescue diterjunkan ke lokasi kejadian.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru, Zarman Candra, mengatakan tim pemadam langsung bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat.
"Ada delapan unit mobil pemadam kebakaran Kota Pekanbaru dan satu unit mobil rescue yang kami kerahkan ke lokasi kejadian,"ujar Zarman Candra.
Ia menjelaskan, kebakaran tersebut menghanguskan sekitar lima unit rumah di kawasan asrama.
"Alhamdulillah api berhasil dipadamkan dan saat ini petugas masih melakukan proses pendinginan di lokasi,"katanya.
Menurut Zarman, peristiwa kebakaran ini merupakan kejadian kedua yang terjadi di kawasan tersebut.
Namun demikian, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan penyebab kebakaran yang melanda kawasan asrama tersebut.
Ia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca panas yang melanda Kota Pekanbaru belakangan ini.
"Kami mengajak masyarakat bersama-sama untuk mengantisipasi dan mencegah kebakaran. Apalagi saat ini cuaca cukup panas," jelasnya.
Selain itu, Zarman juga meminta masyarakat untuk memastikan kondisi instalasi listrik di rumah dalam keadaan aman guna menghindari potensi korsleting yang dapat memicu kebakaran.
"Untuk itu mari kita antisipasi instalasi-instalasi listrik untuk mencegah terjadinya kebakaran," tambahnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan rumah tangga yang menggunakan api, terlebih saat ini masyarakat tengah menjalankan ibadah di bulan Ramadan berbagai persiapan dilakukan seperti untuk berbuka puasa, persiapan sahur, dan lainnya.
"Harapan kami, masyarakat lebih berhati-hati menggunakan peralatan yang menggunakan api, terutama selama bulan Ramadan,"pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, petugas pemadam kebakaran masih melakukan proses pendinginan di lokasi kejadian guna memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala.
Editor : M. Erizal