Kota Pekanbaru (RIAUPOS.CO) - Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, permintaan daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Kota Pekanbaru mulai mengalami peningkatan signifikan. Kondisi ini turut mendorong kenaikan harga daging di pasaran yang kini berada di kisaran Rp150 ribu hingga Rp160 ribu per kilogram (kg). Padahal pada hari-hari biasa sebelum memasuki momentum Lebaran, harga daging sapi umumnya berada di kisaran Rp140 ribuan per kilogram.
Pantauan Riau Pos, Senin (16/3) di Pasar Cik Puan Pekanbaru, Jalan Tuanku Tambusai, harga daging sapi dijual seharga Rp160 ribu per kilogram. Kondisi ini diperkirakan akan kembali mengalami lonjakan melihat tingginya permintaan daging biasanya mulai terasa beberapa hari menjelang Hari Raya Idulfitri.
Masyarakat membeli daging untuk berbagai kebutuhan hidangan khas hari raya seperti rendang, gulai, dan semur. Tradisi memasak makanan berbahan dasar daging saat hari raya membuat komoditas ini menjadi salah satu yang paling dicari di pasar tradisional.
Salah seorang pedagang daging di Pekanbaru, Rizal, mengatakan peningkatan pembelian tahun ini cukup signifikan dibandingkan hari biasa. Ia menyebut permintaan daging bisa meningkat
hingga dua kali lipat menjelang Hari Raya Idulfitri sehingga pedagang harus menyiapkan stok lebih banyak agar dapat memenuhi keperluan masyarakat.
”Kalau menjelang Lebaran seperti sekarang permintaan bisa naik sampai dua kali lipat dibanding hari biasa. Kami pedagang biasanya sudah menyiapkan stok lebih banyak karena pembeli terus berdatangan untuk persiapan Lebaran. Harga juga memang naik dari biasanya sekitar Rp140 ribuan per kilo, sekarang sudah di kisaran Rp150 ribu sampai Rp160 ribu. Kenaikan ini juga dipengaruhi pasokan sapi yang sebagian berasal dari impor. Tapi kami berharap harganya jangan terlalu jauh naiknya, karena kalau terlalu mahal justru susah juga menjualnya,” ujarnya.
Para pedagang di pasar tradisional Pekanbaru umumnya telah mengantisipasi lonjakan permintaan ini dengan menambah pasokan daging. Hal tersebut dilakukan agar keperluan masyarakat menjelang hari raya tetap terpenuhi, sekaligus menghindari kekurangan stok saat puncak permintaan.
Sementara itu, salah seorang pembeli, Meri, mengaku sengaja datang ke pasar untuk membeli daging yang akan diolah menjadi rendang sebagai hidangan Lebaran bersama keluarga. Menurutnya, meski harga saat ini lebih tinggi dibandingkan hari biasa, kenaikan harga menjelang Lebaran sudah menjadi hal yang lazim terjadi setiap tahun.
Baca Juga: Alergi Susu Hewani? Susu Oat Bisa jadi Pengganti, Baik untuk Kesehatan Jantung dan Dapat Membantu Menurunkan Kolesterol
Dengan meningkatnya permintaan menjelang hari raya, pedagang berharap pasokan daging tetap lancar sehingga harga di pasaran tidak mengalami lonjakan yang terlalu tinggi dan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pangan saat Lebaran. Demikian juga masyarakat berharap lonjakan harga daging tidak terlalu tinggi jelang Hari Raya 2026 ini, agar bisa memenuhi keperluan Lebaran yang kian mahal di pasaran.(yls)
Laporan PRAPTI DWI LESTARI, Kota