PEKANBARU (RIAU POS.CO) - Aktivitas penumpang di Terminal Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS) Pekanbaru mulai menunjukkan penurunan pada Kamis (19/3/2026). Setelah sebelumnya mencapai puncak arus keberangkatan pada pertengahan pekan.
Kepala Terminal BRPS Pekanbaru, Bambang Armanto, mengungkapkan bahwa tren penurunan ini terjadi usai lonjakan signifikan yang berlangsung pada 17 hingga 18 Maret 2026.
Pada puncaknya, jumlah penumpang tercatat mencapai 2.705 orang dalam satu hari. "Memang setelah puncak arus pada 18 Maret, hari ini mulai terlihat penurunan," ujar Bambang, Jumat (20/3/2026).
Ia menjelaskan, hingga saat ini bus masih melayani sejumlah rute utama, terutama tujuan Sumatera Utara. Sementara itu, keberangkatan menuju Pulau Jawa tetap tersedia pada sore hingga malam hari.
Sebelumnya, lonjakan penumpang mulai terlihat sejak awal pekan. Pada Senin (16/3/2026), jumlah penumpang tercatat sebanyak 2.228 orang. Angka tersebut meningkat menjadi 2.597 orang pada Selasa (17/3/2026) dengan total 219 unit bus yang beroperasi.
"Mayoritas penumpang berasal dari rute Sumatera Utara dan Pulau Jawa. Terjadi peningkatan yang cukup signifikan dibanding hari sebelumnya,"jelas Bambang.
Puncak arus mudik terjadi pada 17 hingga 18 Maret, sedangkan arus balik diprediksi berlangsung pada 27 hingga 28 Maret mendatang.
Dari sisi pengamanan dan pelayanan, pengelola terminal memastikan seluruh instansi terkait tetap siaga.
Pengawasan dilakukan oleh aparat kepolisian, serta didukung tenaga kesehatan yang menyediakan layanan tes urin dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi awak bus maupun penumpang.
"Semua pihak tetap bersiaga untuk memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang," tambahnya.
Secara keseluruhan, kondisi di Terminal BRPS Pekanbaru masih terkendali. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk memperhatikan jadwal keberangkatan serta mengantisipasi kemungkinan keterlambatan akibat kondisi perjalanan.
Lonjakan aktivitas penumpang ini terutama didominasi oleh masyarakat yang melakukan perjalanan mudik ke Pulau Jawa dan sejumlah daerah di Sumatera.
Editor : M. Erizal