Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Karhutla Masih Membara, Tim Kesulitan Sumber Air 

Soleh Saputra • Jumat, 27 Maret 2026 | 10:53 WIB

Personel Polsek Rangsang, Kepulauan Meranti, memadamkan api yang membakar lahan di Desa Tanjung Bakau, Kecamatan Rangsang, Kamis (26/3/2026).
Personel Polsek Rangsang, Kepulauan Meranti, memadamkan api yang membakar lahan di Desa Tanjung Bakau, Kecamatan Rangsang, Kamis (26/3/2026).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tim ga­­bungan masih berupaya melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih membara di beberapa daerah di Riau. Namun, tim gabungan saat ini mengalami kendala berupa kesulitan sumber air.

Koordinator Teknis Dal­karhut Seksi Wilayah II Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera Edwin Putra mengatakan, lokasi yang saat ini masih dilakukan upaya pemadaman yakni di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai dan Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur, Dumai. “Saat ini belum padam,” katanya.

Lokasi selanjutnya yakni di Desa Teluk Lecah, Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis. Di lokasi ini petugas mengalami kendala angin kencang dan asap tebal sehingga api masih sulit dipadamkan.

Kemudian juga di Desa Tasik Betung, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak. Lokasinya berada di kawasan Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil, estimasi luas terbakar mencapai 23 hektare (ha). “Karhutla di Desa Merempan Hilir Kecamatan Mempura Kabupaten Siak dilaporkan sudah terkendalikan,” ujarnya. 

Lokasi selanjutnya di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan. Estimasi luasan lahan terbakar mencapai 806 ha, dan kendala yang ditemukan yakni sumber air terbatas sehingga api belum bisa dipadamkan. Kemudian juga di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Pelalawan.

“Selanjutnya juga ada di Desa Teluk Beringin Kecamatan Kuala Kampar Pelalawan dan di Kelurahan Sekip Hilir, Kecamatan Rengat Kabupaten Inhu. Estimasi terbakar 15 ha dan api belum padam,” paparnya.

Tersebar 355 Titik Panas di Riau Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mendeteksi sebaran 335 titik panas di Riau dan menjadi yang terbanyak di Sumatera, Kamis (26/3). Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru Ranti Kurniati menjelaskan, total ada 665 titik panas wilayah Sumatera.

Selain di Riau, ada 114 di Kepulauan Riau, 56 di Aceh, 48 di Sumatera Utara, 39 di Sumatera Barat, 30 di Bengkulu, 16 di Bangka Belitung, 14 di Jambi 14, 12 di Sumatera Selatan, dan 1 di Lampung. ‘’Titik panas di Riau terbanyak di Bengkalis yakni 159. Sisanya di Pelalawan 93, Rokan Hilir 43, Indragiri Hilir 12, Dumai 21, Siak 4, dan Indragiri Hulu 3,’’ jelasnya.

Rohil Perpanjang Status Siaga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) resmi memperpanjang Status Siaga Darurat Bencana Karhutla tahun 2026. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif menyusul meningkatnya ancaman kebakaran di sejumlah wilayah kabupaten/kota di Riau.

Perpanjangan status menjadi sinyal keseriusan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana karhutla yang kerap terjadi setiap musim kemarau. Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Rohil Nomor 102/BPBD/2026 yang ditandatangani oleh Bupati Rohil H Bistamam.

Dalam keputusan itu, masa siaga darurat ditetapkan selama 246 hari, terhitung mulai 18 Maret hingga 18 November 2026. Bupati Bistamam menegaskan status tersebut bersifat dinamis dan dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan, terutama perkembangan cuaca. “Status ini bisa diperpanjang atau diperpendek, tergantung dinamika yang terjadi serta kebutuhan penanganan,” katanya baru-baru ini di Bagansiapiapi.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Rohil H Syafnurizal SE menyampaikan telah menyiapkan langkah strategis untuk menghadapi potensi karhutla. Pendekatan penanganan kini lebih difokuskan pada upaya pencegahan dini dibandingkan hanya pemadaman saat kebakaran terjadi. “Personel tim reaksi cepat sudah kami siagakan di titik-titik rawan, terutama di wilayah yang memiliki riwayat rawan kebakaran,” katanya, Kamis (26/3).

Ia menambahkan, koordinasi lintas instansi terus diperkuat, termasuk dengan TNI, Polri, serta pemerintah kecamatan dalam melakukan patroli terpadu dan kesiapsiagaan di lapangan. Selain itu BPBD Rohil juga membuka peluang dukungan penanganan melalui jalur udara, seperti penggunaan helikopter water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan buatan.

Pemerintah daerah terangnya mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha perkebunan khususnya agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat kondisi lahan gambut yang sangat rentan. “Sedikit saja percikan api bisa berdampak besar terhadap lingkungan dan kesehatan. Kami minta kesadaran semua pihak untuk tidak melakukan pembakaran lahan,” kata Syafnurizal.

Lahan di Pedekik dan Teluk Pambang Terbakar Kondisi cuaca ekstrem menyebabkan lahan gambut yang terbakar sebelumnya kembali membara. Seperti yang terjadi di Jalan Meranti Kelurahan Pergam, Jalan Parit Jawa Dusun Sungai Mesim 2 RT 004 RW 002 dan di Jalan Sukajadi Desa Sukarjo Mesim tembus hingga Jalan Perjuangan Desa Kebumen Kecamatan Rupat, Bengkalis.

Namun cuaca panas yang melanda wilayah Kabupaten Bengkalis, dalam beberapa pekan terakhir juga memicu terjadinya kebakaran lahan di sejumlah titik, terutama di kawasan lahan gambut yang ada di pulau Bengkalis, yakni di Desa Pedekik Kecamatan Bengkalis dan Desa Teluk Pambang Kecamatan Bantan, Kamis (26/3).

Kondisi itu, membuat masyarakat yang sedang berjari raya ikut panik dengan api membumbung tinggi ke udara dengan asap tebal yang terus bertebaran. “Apinya sangat cepat merambat. Karena lahannya gambut dan banyak kayu kering, maka api dengan mudah merayap ke lahan lain,” ujar Ali, salah seorang warga Desa Teluk Pambang.

Manajer Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Bengkalis Erzansyah, mengungkapkan kebakaran masih terjadi di tiga wilayah tersebut.  “Ya, kesulitan utama adalah terbatasnya sumber air serta api yang membakar lahan gambut hingga kedalaman dua meter. Petugas gabungan di lapangan melakukan upaya pemadaman, sedangkan luas lahan yang terbakar masih dalam penghitungan,” jelasnya, Kamis (26/3).(sol/ayi/fad/ksm)

Editor : Arif Oktafian
#daerah riau #kebakaran hutan #kesulitan sumber air #bpbd