PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Ragu dan sedikit takut sempat dirasakan sebagian Calon Jemaah Haji (JCH) Kota Pekanbaru saat menjalani vaksinasi di Puskesmas Simpang Tiga. Namun, kewajiban sebagai syarat keberangkatan membuat para jemaah tetap datang dan mengikuti proses dengan tertib.
Sejak pagi, Selasa (31/3/2026), antrean jemaah sudah terlihat. Satu per satu dipanggil petugas untuk didata sebelum menjalani vaksinasi. Meski ada kekhawatiran, para jemaah berusaha menenangkan diri sambil menunggu giliran. Dalam sehari, jumlah jemaah yang datang mencapai 200 hingga 300 orang.
Suri, salah satu jemaah, mengaku sempat diliputi rasa ragu sebelum divaksin. "Ya agak ragu juga, ada sedikit takut. Tapi karena ini wajib, ya tetap dijalani," ujarnya.
Hal serupa disampaikan Ari. Ia memilih mengikuti aturan meski harus antre dan menahan rasa cemas. "Ikut antrean saja, kan memang sudah ketentuannya. Vaksin juga wajib," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Pekanbaru, Hazli Fendriyanto SSTP MSi, menyebut untuk data rinci, ia mengarahkan konfirmasi kepada pihak terkait.
Sementara itu, pihak terkait , Silvi, mengatakan proses hari kedua masih berlangsung hingga sore. "Hari kedua belum close, masih kita tunggu sampai jam 3 sore," jelasnya.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Pekanbaru, Hj Haryati SE MESy, menegaskan bahwa vaksinasi meningitis dan polio merupakan syarat wajib bagi seluruh jemaah haji.
"Vaksinasi ini penting untuk kesehatan dan keselamatan jemaah selama menjalankan ibadah haji. Kami mengimbau agar seluruh jemaah hadir sesuai jadwal," tegasnya.
Vaksinasi dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 30 Maret hingga 2 April 2026, dengan pembagian berdasarkan kecamatan. Seluruh kegiatan dipusatkan di Puskesmas Simpang Tiga, pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Pemerintah juga mengingatkan jemaah untuk membawa dokumen yang diperlukan dan menjaga kondisi kesehatan selama proses berlangsung.
Editor : Rinaldi