PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Setelah sukses di Semarang, kini iForte National Dance Competition Inspirasi Diri baru saja menggelar audisi regional di Provinsi Riau khususnya Kota Pekanbaru.
Kompetisi tari antar pelajar SMA/SMK Sederajat dan Universitas bertajuk “iForte National Dance Competition Inspirasi Diri - Regional Pekanbaru” ini berhasil memukau pengunjung Mal SKA Pekanbaru Jalan Soekarno-Hatta, Rabu (1/4/2026).
Dalam ajang ini, SMK Negeri 1 Pekanbaru dengan Tim Bedelau Smekansa berhasil merebut gelar juara dalam kategori SMA/SMK , lalu juara dua SMA Darma Yudha Pekanbaru dengan tim Achievers Traditional Dance serta juara tiga diraih SMA Negeri 2 Dumai dengan tim Sanggar Engku Hamidah.
Baca Juga: Satu Nomor Atasi Beragam Masalah Darurat Warga, Wako Agung Luncurkan Layanan 112 TRC Pekanbaru Aman
Sedangkan kategori universitas atau perguruan tinggi, juara 1 diraih Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang dengan tim Aua Salilik, juara dua adalah Universitas Islam Riau dengan Sanggar Selodang A serta juara tiga juga dari Universitas Islam Riau dengan Sanggar Selodang B.
Raut wajah bahagia terpancar dari para pemenang yang berhasil lolos menuju babak grand final di Jakarta pada pertengahan April mendatang.
Steffi Amelia Putri, salah satu anggota tim dance ISI Padang Panjang mengaku pihaknya terharu, karena perjuangan yang melelahkan mulai dari latihan selama berbulan-bulan sampai dengan perjalanan panjang dari Padang Panjang ke Pekanbaru yang ditempuh dengan waktu yang lebih lama dari biasanya.
Baca Juga: Hujan Lebat dan Angin Kencang Sebabkan Pohon Tumbang di Salo Kampar, Akses Jalan Sempat Lumpuh
"Kami sangat bangga dan puas karena latihan selama ini kan sudah terbayar dengan menjadi juara satu dan juga tidak lupa bersyukur kepada Tuhan dan juga teman-teman semua yang sudah mensupport. Persiapannya mungkin sekitar 2 atau 3 bulan. Sebenarnya kami ini mahasiswa akhir jadi mungkin agak-agak sibuk proposal tapi kami luangkan waktu untuk latihan di IForte," ucapnya.
Apalagi untuk mengikuti event nasional ini, timnya harus menempuh perjalanan dari Padang ke Pekanbaru selama 12 jam lantaran kejebak kemacetan panjang di perbatasan Riau Sumbar. Namun rasa lelah tersebut terbayarkan dengan gelar juara dan akan menuju ke grand final di Jakarta.
"Kami sangat bersyukur rasa lelah kami selama 12 jam terbayarkan dengan gelar juara ini. Makanya saat dinyatakan sebagai juara kami menangis karena tidak percaya dengan hasil yang kami peroleh. Kedepannya kami akan kembali berlatih memantapkan tarian kami sebelum tampil di grand final iForte Nasional Dance Competition di Jakarta,"ucapnya.
Baca Juga: Melihat langsung Euforia LAB Indonesia 2026
Hal senada juga diungkapkan oleh Bunga Nuraini anggota tim dance Bedelau SMK Negeri 1 Pekanbaru yang merebut gelar juara dalam kategori SMA/SMK yang juga mengaku bersyukur karena latihan selama 6 bulan terakhir hingga menyisihkan waktu latihan di saat Idulfitri 1447 H berbuah manis dengan gelar juara yang diraihnya dengan mempersembahkan spirit dan juga semangat perempuan Melayu dalam masa kini.
Dirinya juga berterimakasih atas dukungan semua guru-guru, orang tua, teman yang sudah mendukung dari awal proses mengikuti lomba mulai dari kurasi online hingga sampai di titik ini.
"Tarian yang kami tampilkan ini untuk menginspirasi semuanya bahwa orang-orang Melayu Riau yang terus melewati berbagai rintangan dalam kehidupan untuk tetap melestarikan dan merawat budayanya dan kami berharap penampilan ini juga dapat memukau di grand final nantinya,"ucapnya.
Wakil Presiden Direktur iForte Silvi Liswanda mengatakan antusiasme peserta di Pekanbaru sangat tinggi dengan kreativitas yang ditampilkan secara totalitas serta dukungan meriah dari para pendukung Pekanbaru sangat luar biasa membuat ajang iForte National Dance Competition regional Pekanbaru memukau dan meriah.
Apalagi segudang kreativitas peserta yang sangat totalitas membuat potensi talenta muda dari Riau kian terlihat mempesona.
Ajang iForte NDC “Inspirasi Diri” merupakan kompetisi tari tingkat nasional yang diikuti pelajar SMA/SMK sederajat dan mahasiswa dari seluruh Indonesia. Kompetisi yang dibuka sejak 16 Oktober 2025 itu menjaring 710 pendaftar dari 227 kota dan kabupaten.
Baca Juga: SMP IT Al-Hafit di Jalan Badak Pekanbaru Terbakar, Satu Ruangan Lantai Bawah Hangus Dilalap Api
Pada babak Kurasi Offline Pekanbaru, sebanyak 16 grup semifinalis yang terdiri dari 10 tim SMA/SMK dan 6 tim perguruan tinggi menampilkan dua koreografi, yakni menggunakan lagu tema “Inspirasi Diri” dan lagu bebas hasil kreasi masing-masing.
Lagu “Inspirasi Diri” menjadi tema utama kompetisi, hasil kolaborasi iForte dan Protelindo Group bersama musisi Eross Candra dan penyanyi Yura Yunita serta sejumlah seniman lainnya.
Lagu tersebut memadukan musik pop dengan unsur budaya Nusantara, termasuk penggunaan berbagai alat musik tradisional dari sejumlah daerah di Indonesia.
Baca Juga: Puluhan Ton Ikan Keramba di Tapung Hilir Kampar Mati Mendadak, Petani Rugi Ratusan Juta Rupiah
Seluruh peserta dan pendukung dalam kegiatan itu juga mengenakan busana bernuansa Nusantara sebagai bentuk pelestarian budaya.
"Juara pertama dari masing-masing kategori akan mewakili Pekanbaru pada babak Grand Final di Jakarta pada April mendatang, bersaing dengan perwakilan dari 12 regional lainnya,"tegasnya. (Ayi)
Editor : M. Erizal