PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Wali Kota (Wako) Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM resmi meluncurkan layanan darurat terpadu 112 Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman, Rabu (1/4). Peluncuran ini menjadi tonggak baru dalam upaya Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menghadirkan pelayanan publik yang cepat, adaptif, dan responsif terhadap berbagai persoalan darurat yang dihadapi masyarakat.
Peluncuran dilakukan di Pusat Komando 112 TRC Pekanbaru Aman di eks Kantor Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Jalan Dahlia, perempatan traffic light (lampu merah), Kelurahan Rejosari, Kecamatan Sukajadi. Dalam sambutannya, Agung Nugroho menyampaikan, pembangunan kota tidak hanya diukur dari infrastruktur yang megah, tetapi juga dari kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Hari demi hari, waktu demi waktu terus berjalan di Kota Pekanbaru. Kami bersama Pak Wakil Wali Kota Haji Markarius sudah lebih dari satu tahun memimpin. Tentu sudah banyak yang bapak ibu rasakan. Namun hari ini, kota yang maju bukan hanya dibangun dari infrastruktur yang bagus, tapi juga dari pelayanan yang cepat, adaptif, dan reaktif,” ujarnya.
Wako Agung dalam peluncuran ini didampingi Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru H Markarius Anwar ST MArch, Ketua TP PKK Pekanbaru Sulastri Agung, Pj Sekdako Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut dan para kepala OPD jajaran Pemko Pekanbaru.
Baca Juga: Satu Nomor Atasi Beragam Masalah Darurat Warga, Wako Agung Luncurkan Layanan 112 TRC Pekanbaru Aman
Hadir Forkopimda Pekanbaru seperti Ketua DPRD Pekanbaru M Isa Lahamid beserta Wakil Ketua DPRD Pekanbaru T Azwendi Fajri, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Muharman Arta, Dandim 0301/Pekanbaru Kolonel Inf Ihsanudin, Kepala BNNK Pekanbaru Kombes Pol Wawan dan perwakilan beberapa instansi lainnya.
Peluncuran ditandai dengan pelepasan merpati yang dilakukan oleh Wako-Wawako Pekanbaru beserta Forkopimda Pekanbaru. Kemudian, dilakukan peninjauan langsung pada fasilitas yang ada di sana. Wako menegaskan, layanan 112 TRC Pekanbaru Aman merupakan gagasan bersama dirinya, Wakil Wali Kota, serta unsur forkopimda sebagai bentuk integrasi layanan darurat dalam satu sistem terpadu.
“Ini adalah pelayanan satu atap. Walaupun kantor berbeda-beda, tapi di sinilah tempat kita berkumpul bersama. Kami berterima kasih atas dukungan Pak Dandim hingga Babinsa, serta Pak Kapolresta hingga Bhabinkamtibmas yang akan bekerja sama dalam layanan ini,” jelasnya.
Baca Juga: Kodam XIX/Tuanku Tambusai Gagalkan Penyeludupan 48,39 Ton Bawang hingga Cabai Kering
Instansi yang tergabung di Pusat Komando 112 TRC Pekanbaru Aman di antaranya dari kepolisian, TNI, serta beragam OPD jajaran Pemko Pekanbaru seperti Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, Satpol PP, BPBD, Dinas Kominfo, Dinas Kesehatan hingga Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Dinas Sosial. Instansi veritikal lain yang dilibatkan juga PLN.
Melalui layanan lintas instansi yang ada di sana, masyarakat cukup menghubungi satu nomor, yakni 112 untuk berbagai kondisi darurat. Mulai dari kecelakaan, kebakaran, tindak kejahatan, hingga kondisi medis mendadak. “Kalau ada kecelakaan, kebakaran, atau kondisi darurat lainnya, masyarakat tidak perlu bingung. Cukup tekan 112. Nomor ini gratis, dan in sya Allah, TRC akan langsung turun ke lapangan,” katanya.
Ia menjelaskan, sistem ini juga terintegrasi dengan layanan lain. Untuk laporan kejahatan akan disambungkan ke 110 Polresta Pekanbaru, sementara kondisi medis darurat akan diteruskan ke layanan 119 Dinas Kesehatan. Selain itu, Pemko Pekanbaru juga telah mengoperasikan sekitar 300 kamera CCTV aktif yang akan terus ditingkatkan hingga 1.000 unit berbasis kecerdasan buatan (AI), guna mendukung keamanan dan pemantauan kota.
Tidak hanya itu, dalam kesempatan tersebut juga diluncurkan program “Mobil Antar Sehat” yang akan tersedia di setiap kecamatan untuk membantu masyarakat kurang mampu mendapatkan layanan transportasi kesehatan. Bahkan, salah satu unit mobil yang digunakan adalah mobil dinas Wali Kota yakni Toyota Alphard yang dialihfungsikan untuk kepentingan masyarakat.
“Kadang ada pasien cuci darah yang tidak mampu, setelah berobat harus beristirahat. Bahkan ada yang sampai tertidur di pinggir jalan. Dari situ muncul gagasan kami bagaimana menghadirkan layanan antar jemput hingga ke rumah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Pemko Pekanbaru juga meluncurkan aplikasi digital “Pekanbaru Aman” yang terintegrasi dengan layanan 112. Aplikasi ini dilengkapi fitur panic button yang dapat langsung menghubungkan warga dengan petugas hingga ke tingkat RT dan RW.
“Aplikasi ini bisa digunakan untuk melaporkan berbagai persoalan, mulai dari tindak kejahatan, konflik sosial, KDRT, hingga fasilitas umum seperti jalan berlubang dan lampu jalan yang padam,” terang Agung.
Ia menambahkan, dalam aplikasi tersebut juga tersedia layanan psikolog dan “pojok curhat” untuk membantu masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menghadapi persoalan mental dan sosial.
Menariknya, dalam momentum peluncuran tersebut, terjadi insiden kecelakaan tidak jauh dari lokasi acara. Wali Kota Agung langsung memanfaatkan layanan 112 untuk melakukan pelaporan secara langsung. “Sebentar, kita telepon 112. Ya, jadi ada kecelakaan di depan Lapangan Kencana? Ini dengan Pak Agung Wali Kota Pekanbaru,” ucapnya saat melakukan panggilan.
Baca Juga: JPU KPK Siapkan 40 Saksi untuk Mantan Kepala Dinas PUPR Riau Arief Setiawan
Tak lama berselang, laporan diterima dan ditindaklanjuti. Melalui layar pemantauan, terlihat tim gabungan dari Dinas Kesehatan, kepolisian, dan pemadam kebakaran langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Tim yang diturunkan merespons panggilan darurat itu langsung menyimulasikan respons cepat yang diperlukan warga.
“Saya juga terkejut melihat responnya secepat ini. Terima kasih kepada Kadiskominfo, Kadiskes, Kadishub, dan seluruh OPD yang telah menyiapkan sistem ini,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama (MoU) dengan Kantor Pertanahan Kota Pekanbaru guna mempercepat proses penerbitan sertifikat hak milik (SHM), serta kerja sama dengan Lapas Kelas IIA Pekanbaru dalam penyediaan layanan pendidikan dan kesehatan bagi warga binaan. Selain itu, sejumlah rumah sakit juga menerima penghargaan atas kontribusinya dalam mendukung pelayanan kesehatan di Kota Pekanbaru.
Wali Kota menambahkan, lokasi pusat TRC yang berada di eks Kantor Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru merupakan bangunan cagar budaya yang dulunya merupakan rumah sakit dan kantor PMI pertama di kota ini. “Bangunan ini tidak kita ubah, tetap menggunakan yang lama, hanya kita sesuaikan dengan kebutuhan layanan saat ini,” jelasnya.
Ia menegaskan, prinsip utama TRC adalah menghadirkan pelayanan terpadu dalam satu sistem yang melibatkan pemko, TNI, dan Polri, sehingga koordinasi dapat berjalan lebih cepat dan efektif. “Target kita, untuk pemadam kebakaran saja maksimal 7 menit sudah sampai lokasi. Apalagi ini dengan tim terpadu. Kita ingin pelayanan ini masif dan terstruktur,” tegasnya.
Wako Agung mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan dan menyebarluaskan layanan 112 TRC Pekanbaru Aman. “Mari kita sebarkan program ini agar masyarakat semakin dekat dengan Pemko Pekanbaru dan lebih cepat mendapatkan bantuan dalam kondisi darurat. Dengan satu nomor, 112, Pekanbaru akan lebih aman,” tuturnya.(ali)
Editor : Arif Oktafian