PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Penyelesaian pembangunan simpang sebidang di Jalan Arifin Achmad-Jalan Jenderal Sudirman masih terus dinanti warga Kota Pekanbaru. Pemko Pekanbaru memastikan progres pembangunannya terus bergerak. Dalam waktu dekat, tahapan pekerjaan fisik di lokasi tersebut segera dimulai.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Edward Riansyah, Senin (6/4) menyampaikan bahwa untuk badan jalan di simpang Arifin Achmad merupakan kewenangan Dinas PUPR. Saat ini, proses sudah memasuki tahapan lelang pengawasan.
”Kalau yang di simpang Arifin Achmad badan jalannya (pekerjaan, red) PU, sekarang sudah proses lelang pengawasan. Mungkin awal bulan atau di akhir bulan ini tahap pekerjaan sudah dimulai,” ujar Edward.
Baca Juga: Hakim Cecar Pembuat Stempel Palsu Perkara Perintangan Penyidikan Kasus Korupsi DPRD Pekanbaru
Ia menjelaskan, pelaksanaan pekerjaan nantinya akan berjalan paralel dengan penataan kawasan, termasuk taman yang menjadi bagian dari desain simpang tersebut. Dalam proses ini, akan ada kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
”Jadi nanti sambil berjalan akan bekerja sama juga dengan pihak swasta terhadap taman-taman yang menjadi bagian desain itu. Jadi ada dua pekerjaan di sana, ada yang dikerjakan pemerintah dan ada dari CSR Awal Bros Riau,” tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, simpang sebidang di Jalan Arifin Achmad dipastikan mulai difungsikan tahun ini. Kehadirannya bukan hanya untuk mengurai kepadatan lalu lintas, tetapi juga disiapkan sebagai wajah baru atau ikon Kota Pekanbaru.
Baca Juga: Wako Agung Nugroho Tinjau Hari Pertama TKA di SMPN 21 Pekanbaru
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengatakan bahwa pada awal tahun ini Pemko Pekanbaru akan melakukan pengaspalan pada ruas jalan yang telah dibuka di kawasan simpang tersebut. Setelah pengaspalan selesai, jalan akan melalui tahap running in atau masa penyesuaian sebelum dibuka penuh untuk masyarakat.
”Setelah diaspal, kita lakukan penyesuaian lebih dulu agar masyarakat terbiasa dengan pola lalu lintas yang baru,” ujar Wako.
Selain fungsi lalu lintas, kawasan ini juga akan ditata secara estetis. Lokasinya yang strategis di depan kawasan Purna MTQ menjadikan simpang ini dinilai potensial sebagai ikon baru kota.
Edward Riansyah sebelumnya juga menjelaskan bahwa simpang tersebut mengalami pelebaran signifikan dibanding kondisi sebelumnya. Lebar badan jalan mencapai sekitar 13 meter dengan dua jalur lalu lintas.(ali)
Editor : Arif Oktafian