PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Sebanyak 106 kepala keluarga (KK) korban kebakaran rumah di kawasan Pasar Bom, Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mulai menerima bantuan logistik darurat, Kamis (9/4).
Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako berisi beras 5 kilogram, gula 1 kilogram, ikan kaleng, mi instan satu kardus, minyak goreng 1 liter, susu kaleng, dan teh celup. Bantuan ini diharapkan dapat mencukupi kebutuhan pangan warga dalam kondisi darurat.
Data sementara mencatat 106 rumah terdampak dalam musibah tersebut. Dari jumlah itu, 79 unit rumah hangus terbakar hingga rata dengan tanah, 9 unit mengalami rusak berat, dan 19 unit lainnya rusak ringan.
Baca Juga: Pemko Pekanbaru Bergerak Cepat, OPD Diminta Bantu Korban Kebakaran di Sukajadi
Pascakebakaran, sebagian warga masih bertahan di sekitar lokasi untuk membersihkan puing-puing bangunan. Sementara itu, sejumlah korban lainnya memilih mengungsi ke rumah kerabat maupun tempat penampungan sementara.
Penyaluran bantuan dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Inhil sebagai langkah awal penanganan darurat.
Bupati Inhil, Herman menyampaikan, pemerintah daerah terus berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi.
‘’Kami merasakan duka yang dialami saudara-saudara kita di Pulau Kijang. Saat ini fokus utama adalah memastikan warga tidak makanan,’’ ujarnya.
Baca Juga: Penyebab Kebakaran Puluhan Rumah di Pulau Kijang Inhil Masih Diselidiki Polisi
Plt Gubri Prihatin
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto menyampaikan rasa prihatin atas musibah kebakaran di permukiman, Jalan Pahlawan, RT 02 RW 02, Kelurahan Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Akibat peristiwa tersebut, puluhan rumah dilaporkan hangus terbakar.
‘’Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Riau menyampaikan rasa prihatin dan kesedihan mendalam yang tengah melanda masyarakat Pulau Kijang Indragiri Hilir,’’ kata SF Hariyanto.
Dikatakan SF Hariyanto, Pemprov Riau akan segera berkooordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dan stakeholder terkait untuk mencarikan alternatif solusi. Baik dalam proses pemulihan maupun dalam rangka penyaluran bantuan.
Ia juga meminta camat dan lurah setempat untuk mendata total kerugian agar bantuan rehabilitasi rumah bisa segera diproses.
‘’Jangan sampai korban terlantar. Pemerintah hadir. Untuk rumah yang rusak berat akan kita bantu melalui program Rumah Layak Huni tahun ini,’’ tegasnya.
Baca Juga: Kabaglog dan Kapolsek Mandah Berganti, Kapolres Inhil Langsung Pimpin Sertijab
Masih Diselidiki
Penyebab kebakaran hebat yang melanda permukiman warga di kawasan Pasar Bom ini hingga kini masih dalam proses penyelidikan. Untuk mengungkap sumber api secara pasti, aparat kepolisian menggandeng tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Riau.
Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora melalui Kasat Reskrim AKP Budi Winarko, Kamis (9/4), mengatakan proses olah tempat kejadian perkara (TKP) masih berlangsung. Sejumlah barang bukti juga telah diamankan guna kepentingan penyelidikan.
Selain itu, petugas telah meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian untuk melengkapi data dan memperkuat hasil penyelidikan.
‘’Proses masih berjalan, kerugian juga belum dapat ditaksir, nanti kami informasi kan lebih lanjut,’’ tutupnya.(*2/hen)
Editor : Arif Oktafian