PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang dan tanah longsor.
”Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana yang disebabkan oleh cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir,”kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekanbaru, Iwa Gemino, Ahad (12/4).
Langkah ini diungkapkan Iwa dilakukan agar masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya yang mengintai disaat cuaca ekstrem terjadi di Pekanbaru.
Apalagi, baru-baru ini peristiwa bencana hidrometeorologi berupa banjir di salah satu ruas jalan Pekanbaru telah memakan korban yaitu seorang pengendara motor bernama Aryadi Garsidi yang ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus parit yang meluap pascahujan deras di Jalan Garuda Raya, Kelurahan Perhentian Marpoyan Kecamatan Marpoyan Damai.
Pihaknya meminta pengendara terutama roda dua agar berhenti sejenak ketika hujan disertai petir mengguyur kota. Ia menilai, jika pengendara tetap memaksa diri untuk berkendara dalam kondisi hujan petir dan banjir akan membahayakan keselamatan pengendara sendiri, terutama saat melewati genangan banjir.
”Karena kondisi banjir yang cukup tinggi dan arusnya kencang. Kebanyakan pengendara motor tidak dapat membedakan mana bagian jalan dan parit, sehingga berpotensi terbawa arus atau malah masuk kedalam parit besar yang ada di sekitar ruas jalan,” ujarnya.(ayi)
Editor : Arif Oktafian