Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Wawako Pekanbaru Sebut Drainase Jalan Soekarno Hatta Kebutuhan Mendesak 

M Ali Nurman • Senin, 13 April 2026 | 18:09 WIB
Wawako Pekanbaru, Markarius Anwar. DOK RIAUPOS.CO
Wawako Pekanbaru, Markarius Anwar. DOK RIAUPOS.CO

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menyoroti persoalan sistem drainase di sepanjang Jalan Soekarno Hatta yang dinilai menjadi salah satu pemicu banjir berkepanjangan di kawasan Sidomulyo dan sekitarnya.

Menurutnya, keberadaan saluran air di sisi kiri dan kanan jalan tersebut merupakan kebutuhan mendesak guna menekan aliran air hujan yang kerap melimpah ke permukiman warga.

Ia menilai, pembangunan jalan di kawasan itu sebelumnya tidak diimbangi dengan infrastruktur drainase yang memadai.

Baca Juga: Polres Inhu Amankan Komplotan Penyelewengan BBM Bersubsidi, Begini Modusnya 

Akibat kondisi tersebut, air hujan yang seharusnya tertampung dan mengalir melalui saluran tepi jalan justru meluap ke anak sungai di kawasan Sidomulyo, hingga akhirnya masuk ke lingkungan perumahan masyarakat.

“Perlu dibuat kembali parit di kiri dan kanan jalan. Saat ini drainase itu belum tersedia,” ujar Markarius, Senin (13/4/2026).

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Pekanbaru tidak memiliki kewenangan langsung untuk membangun saluran air di ruas tersebut, mengingat status Jalan Soekarno Hatta merupakan jalan nasional.

Baca Juga: DPRD Kampar Belum Keluarkan Rekomendasi, Hasil Uji Lab Ketiga Jadi Penentu Kasus Ikan Mati

Kendati demikian, pihaknya telah berulang kali mengajukan usulan kepada pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat agar pembangunan drainase dapat segera direalisasikan.

Markarius menilai, apabila saluran air di sepanjang jalur tersebut, khususnya mulai dari kawasan lampu merah Pasar Pagi Arengka, dapat dibangun, maka volume air yang selama ini mengalir ke permukiman warga akan berkurang secara signifikan. 

Upaya tersebut diharapkan menjadi solusi konkret untuk mengatasi persoalan banjir yang telah lama terjadi di wilayah tersebut.

Baca Juga: Kakanwil Kemenkum Riau Ingatkan Jajaran Disiplin dan Komitmen Kinerja

Sebelumnya, insiden tragis menimpa seorang warga bernama Aryadi Garsidi yang terseret arus banjir di Jalan Garuda Raya, Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, Jumat (10/4/2026) malam.

Korban ditemukan sekitar 8 kilometer dari lokasi awal dilaporkan hilang dalam kondisi meninggal dunia.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Korban diketahui berasal dari Palembang, Sumatera Selatan, dan baru bekerja di PT Falpindo sejak Januari 2026. Selama tinggal di Pekanbaru, ia menetap di rumah kos di Jalan Merak, kawasan Perumahan Sidomulyo.

Baca Juga: Kapolsek Panipahan Dicopot, Ini Sosok Penggantinya, Begini Pesan Kapolres Rohil untuk Kapolsek Baru

Proses pencarian terhadap korban sebelumnya melibatkan tim gabungan dari BPBD, Basarnas, dan kepolisian, setelah laporan kejadian diterima pada Sabtu (11/4/2026) dini hari sekitar pukul 01.18 WIB.

Editor : M. Erizal
#wawako pekanbaru #markarius anwar #banjir pekanbaru #drainase