PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- Pagi itu, lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman tetap sibuk seperti biasa. Di tengah hiruk pikuk kendaraan, sebuah bangunan lama yang akrab di mata warga Pekanbaru perlahan berbenah.
Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di depan Sukaramai Trade Center (STC) kini tak lagi sekadar tempat menyeberang, ia sedang disiapkan menjadi wajah baru kota.
Rabu (15/4/2026), Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho datang langsung meninjau progres revitalisasi JPO tersebut. Didampingi Ketua TP PKK Kota Pekanbaru Sulastri Agung, ia menyusuri bagian demi bagian jembatan, memastikan perubahan yang dilakukan tetap sejalan dengan konsep yang telah dirancang.
Baca Juga: Jurnalis Harus Pegang Teguh Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
Bagi Agung, JPO ini bukan sekadar infrastruktur. Lebih dari itu, ia menyimpan nilai sejarah yang tidak boleh hilang begitu saja. Jembatan peninggalan era Caltex ini telah lama menjadi bagian dari dinamika kota.
"Kita perbarui dengan konsep yang ada seni Melayunya, dengan tidak menghilangkan kenangan dari JPO ini sendiri," ungkapnya.
Sentuhan budaya Melayu menjadi ruh utama dalam revitalisasi tersebut. Ornamen-ornamen khas akan menghiasi jembatan, berpadu dengan desain yang lebih modern.
Baca Juga: PUPR Kampar Tuntaskan Pemeliharaan Jalan dan Siapkan Pengaspalan Bertahap
Perubahan ini diharapkan menghadirkan suasana baru tanpa menghapus identitas lama yang melekat kuat.
Tak hanya itu, JPO ini juga akan dilengkapi dengan pencahayaan modern yang memperkuat kesan estetika, terutama saat malam hari. Dari atas jembatan, masyarakat nantinya bisa menikmati sudut pandang berbeda Kota Pekanbaru, mulai dari arus lalu lintas Sudirman hingga lanskap kota yang membentang.
"Pandangan dari atas ini bisa melihat ke mana saja dengan nyaman. Ini akan jadi spot foto menarik dan berpotensi viral bagi anak muda, tidak hanya masyarakat Pekanbaru, tapi juga masyarakat Riau," jelasnya.
Baca Juga: Difasilitasi Plt Gubri, Massa Aksi Tolak Relokasi TNTN Membubarkan Diri
Revitalisasi ini juga menjadi jawaban atas kondisi JPO yang telah menua. Sejumlah bagian, termasuk lantai jembatan, terpaksa diganti karena kerusakan akibat usia.
Pemerintah Kota Pekanbaru pun memastikan setiap pembaruan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keamanan sekaligus estetika.
Di tengah perubahan yang berlangsung, JPO Sudirman perlahan bertransformasi. Dari sekadar jalur penyeberangan, ia bersiap menjadi ruang publik yang hidup, tempat orang melintas, berhenti sejenak, hingga mengabadikan momen.
Sebuah jembatan lama, dengan wajah baru, namun tetap menyimpan cerita lama Kota Pekanbaru. (ilo)
Editor : M. Erizal