PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Persoalan pedagang kaki lima (PKL) masih belum teratasi di Kota Pekanbaru. Penertiban yang kerap dilakukan pemerintah kota (Pemko) Pekanbaru tak memberi efek jera. PKL tetap kembali lagi berjualan di tempat yang sama.
Anggota Komisi I DPRD Kota Pekanbaru Syafri Syarif menyayangkan hal ini bisa terjadi. Ia menilai, lemahnya pengawasan yang berkelanjutan menjadi faktor utama yang membuat ini bisa terjadi.
”Kita melihat ini kejadian terus berulang. PKL kembali beraktivitas meski sudah ditertibkan. Ini fakta di lapangan Artinya pengawasan kita belum konsisten,” ujar Syafri, Rabu (15/4).
Politisi Golkar ini menekankan, pendekatan persuasif tetap penting dalam penegakan aturan guna menghindari konflik dengan pedagang. ”Tapi kalau hanya itu saja tanpa pengawasan rutin, mereka pasti kembali lagi,” ujarnya.
Baca Juga: Kerap Ditertibkan, PKL Tetap Marak di Jalan HR Soebrantas
Syfri mendorong agar pemko menempatkan personel Satpol PP secara tetap di titik-titik yang selama ini menjadi lokasi pelanggaran. ”Kita harus konsisten kalau benar-benar mau kota ini tertib dan aturam tegak. Konsistensi dalam penegakan aturan menjadi kunci,” tuturnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Pekanbaru Desheriyanto mengatakan, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri dalam melakukan penataan PKL. Koordinasi dilakukan bersama dinas terkait, seperti Disperindag dan Dinas Koperasi dan UKM. ”Kami tetap berkoordinasi dengan pihak terkait dalam melakukan penataan PKL,” ujarnya, Rabu (15/4).
Ia menegaskan, petugas rutin melakukan patroli ke berbagai titik untuk melakukan pengawasan, pendataan, serta memberikan peringatan ke PKL. ”Kami melakukan upaya promotif dan preventif agar pedagang tidak berjualan di tempat-tempat yang dilarang,” jelasnya.(end/dof)
Editor : Arif Oktafian