PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Beberapa pekan terakhir, minyak goreng subsidi merek Minyakita cukup sulit ditemukan di pasar-pasar dan warung di Kota Pekanbaru. Hal ini membuat sejumlah pedagang dan masyarakat resah.
Bukan hanya sulit didapat, jika ada, harga Minyakita juga meroket di atas harga eceran tertinggi (HET) yaitu Rp15.700 per liter. Di tingkat eceran, harga Minyakita sampai tembus Rp22 ribu per liter.
Pantauan Riau Pos, Jumat (17/4) di salah warung dan grosiran sembako di Jalan Delima, Kecamatan Tuah Madani, Pekanbaru, ketersediaan Minyakita di tingkat pengecer dalam kondisi kosong. Hanya beberapa grosiran sembako besar saja yang masih memiliki stok Minyakita, namun jumlahnya tidak terlalu banyak.
Menurut Reza, seorang pemilik warung, stok Minyakita di tempatnya sudah lama kosong. Ia mengaku, sejak sepekan terakhir distributor tidak lagi mengirimkan Minyakita. ”Barang Minyakita itu enggak ada,”ungkapnya.
Baca Juga: Bulog Bengkalis Pastikan Stok MinyaKita Aman di Pasaran
Selain langka, harga Minyakita yang tersisa di pasaran melambung jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Jika sebelumnya harga modal berada di kisaran Rp18.000, kini modal dari distributor telah mencapai Rp20.500 per liter.
”Modalnya saja sekarang Rp20.500. Jadi saya jual ke pelanggan Rp21.000 sampai Rp22.000 per liter,” ungkapnya lagi.
Bahkan, terdapat laporan dari konsumen mengenai harga Minyakita ukuran 2 liter yang mencapai Rp38.000, padahal sebelumnya hanya berkisar Rp32.000 hingga Rp33.000.
Kenaikan ini juga merembet ke minyak goreng curah. Reza mencatat kenaikan dari harga Rp19.000 menjadi Rp20.000 per kilogram sejak masa Lebaran kemarin dan belum menunjukkan tanda-tanda akan turun.
Baca Juga: Wako Agung Nugroho Akan Telusuri Kelangkaan MinyaKita di Pasar
Sebagai pedagang dirinya mengaku serba salah dengan kondisi ini. Kenaikan harga bahan baku dan plastik kemasan diduga menjadi alasan di balik lonjakan harga tersebut.
”Sarannya kalau mahal gitu kan kasihan orang belanja rumah tangga, mengeluh juga. Kita yang menjual jadi tidak enak, padahal bukan dari kita yang menaikkan, memang barangnya sudah naik,” tuturnya.
Semetara itu, saat ditanyakan terkait kelangkaan minyak goreng bersubsidi di pasaran Pekanbaru, Wakil Pimpinan Perum Bulog Kanwil Riau–Kepri, Ria Sartika, mengaku bahwa pihaknya telah menyalurkan Minyakita ke jaringan pengecer sesuai alokasi yang diberikan pemerintah. Dari total kuota yang diterima, sebagian besar telah didistribusikan ke pengecer untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Namun demikian, Ria mengakui dalam beberapa pekan terakhir terjadi kenaikan harga di tingkat pengecer. Hal ini menjadi perhatian serius pihaknya untuk segera dilakukan evaluasi di lapangan.
”Kami menyalurkan Minyakita ke pengecer sesuai dengan alokasi yang diberikan. Distribusi terus kami lakukan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Memang ada kenaikan harga di pengecer. Kami sedang mengevaluasi apakah pengecer tersebut merupakan bagian dari jaringan resmi Bulog atau bukan,” jelasnya.
Ia menegaskan, Bulog akan menindaklanjuti temuan tersebut dengan melakukan pengawasan lebih intensif terhadap distribusi dan penjualan Minyakita, termasuk memastikan harga jual sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Ria juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik terhadap kondisi tersebut. Ia memastikan bahwa ketersediaan Minyakita secara umum masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Bulog berharap melalui pengawasan yang dilakukan, distribusi Minyakita dapat kembali stabil dan harga di pasaran dapat terkendali. Selain itu, masyarakat juga diharapkan bijak dalam membeli kebutuhan agar tidak terjadi kelangkaan di tingkat konsumen.(yls)
Editor : Bayu Saputra