PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kabut cukup tebal terlihat pada sisi kiri dan kanan jalan saat melintas di Flyover SKA Pekanbaru, Selasa (21/4/2026) pagi. Jarak pandang berkabut ini dikhawatirkan warga yang sudah beraktifitas sejak pagi adalah asap. Namun, kondisi berkabut ini menurut BMKG Pekanbaru bukanlah asap.
Pantauan Riaupos.co, sekitar pukul 07:00 WIB, kondisi jarak pandang berkabut sehingga sangat buram saat melihat ke beberapa bangunan tinggi yang terlihat dari atas Flyover SKA Pekanbaru. Baik beberapa gedung pusat perbelanjaan yang ada di sekitar, maupun bangunan hotel dan kondisi Jalan Arengka/Soekarno Hatta dan Jalan Tambusai.
Kondisi berkabut terus terjadi hingga pukul 08:00 WIB, dimana juga matahari di langit Pekanbaru terlihat lebih buram mengguratkan cahaya warna kuning yang lebih kecil secara kasat mata.
Salah seorang warga Pekanbaru, Suwandi yang merupakan penjaga sekolah di sekitar Arifin Achmad Pekanbaru mengakui kondisi jarak pandang memang berkabut pada Selasa pagi. Ia pun mempertanyakan, apakah yang terlihat kabut atau justru malah asap.
"Tapi kabut atau asap ya?" tanyanya.
Baca Juga: Warga Bengkalis Keluhkan Kabut Asap, Terpantau 182 Hotspot, Karhutla Belum Padam
Berdasarkan penelusuran Riaupos.co melalui website resmi BMKG di bmkg.go.id untuk prakiraan cuaca Selasa (21/4/2026), diketahui beberapa wilayah kecamatan di Pekanbaru cuaca dalam kondisi normal.
Seperti di Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru Kota, Sail, Lima Puluh, Senapelan, Payung Sekaki dan Rumbai dalam kondisi berawan. Kemudian Rumbai Barat, Bukit Raya, Binawidya, Marpoyan Damai, Tenayan Raya, Tuah Madani dan Kulim disebutkan BMKG dalam situs informasi cuacanya terjadi hujan ringan.
Terakhir, kondisi udara kabur disebutkan hanya terjadi di Kecamatan Rumbai Timur.
Perihal ini, BMKG Pekanbaru yang dikonfirmasi melalui pesan singkat elektronik atau WhatsApp menegaskan bahwa jarak pandang berkabut bukan karena asap.
"Bukan asap," jawab Forecaster on Duty pada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru Elisa Kedang kepada Riaupos.co.
Dijelaskan, dari pengamatan cuaca yang dilakukan BMKG Pekanbaru di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, terungkap bahwa visibility/jarak pandang pada pukul 07:00 WIB adalah sejauh 800 meter yang disebakan karena adanya kabut (FOG).
"Jadi, kabut ini disebabkan kelembaban yang tinggi dipermukaan tanah dan akan berangsur menghilang apabila pemanasan dari matahari sudah mencapai permukaan tanah," beber Elisa.(egp)
Editor : Arif Oktafian