Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Paguyuban sebagai Wadah Dakwah Kultural, Oleh-Oleh Sarasehan PKNS di HUT Ke-27

Dofi Iskandar • Selasa, 21 April 2026 | 19:00 WIB
Kegiatan sarasehan budaya yang digelar di Taman Rekreasi Alam Mayang, baru-baru ini. (PKNS Riau).
Kegiatan sarasehan budaya yang digelar di Taman Rekreasi Alam Mayang, baru-baru ini. (PKNS Riau).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Paguyuban Kawulo Ngayogyakarta dan Sekitarnya (PKNS) Riau dimaknai tidak sekadar sebagai perayaan seremonial, tetapi juga sebagai ruang penguatan nilai-nilai kebudayaan dan spiritualitas. Melalui kegiatan sarasehan budaya yang dirangkai dengan macapat dan pertunjukan seni, paguyuban ini menegaskan perannya sebagai wadah dakwah kultural di Pekanbaru.

Kegiatan yang digelar pada Sabtu malam (18/4/2026) lalu ito berlangsung dalam suasana hujan lebat dan udara dingin. Namun kondisi itu tidak menyurutkan antusiasme peserta yang hadir. Justru, suasana tersebut menghadirkan kesan mendalam bagi para penikmat budaya yang mengikuti jalannya sarasehan.

Empat tokoh budaya hadir sebagai narasumber dalam diskusi tersebut, yakni KRT Kusumonegoro selaku Penghageng II Kawedanan Reksa Suyasa dan Kawedanan Darah Dalem, KMT Yudawijaya, Dr Santoso, serta Datuk Saiful Anwar. 

Baca Juga: PJU Mati Berulang Akibat Diduga Pencurian Kabel, Lemahnya Pengawasan Dishub Pekanbaru

Keempatnya membahas peran paguyuban dalam merangkai nilai-nilai keindonesiaan melalui pendekatan budaya.

Diskusi yang dipandu oleh moderator Riyono mengangkat tema makna kebudayaan sebagai bagian dari transformasi spiritual dalam kehidupan masyarakat.

"Ketika kita bicara tentang nilai makna kebudayaan, sebenarnya dalam jati diri sedang terjadi transformasi energi spiritual yang mampu menumbuhkan nilai baru dalam adab dan perilaku, seperti kelembutan, kesederhanaan, dan kebijaksanaan dalam menyikapi kehidupan," ujar Riyono kepada Riau Pos, Selasa (21/4/2026).

Baca Juga: Atasi Tunggakan Honor Guru Bantu, Disdikpora Kampar Koordinasi dengan Provinsi dan Kementerian PAN-RB

Ia menambahkan bahwa kebudayaan tidak hanya menjadi identitas, tetapi juga menjadi jembatan hubungan antara sesama manusia (hablum minannas) dan hubungan dengan Tuhan (hablum minallah).

Dalam diskusi tersebut, salah satu pandangan menarik disampaikan oleh Datuk Saiful Anwar yang menyoroti harmonisasi antara masyarakat Melayu dan pendatang di Riau. 

Menurutnya, kehidupan sosial di Riau telah lama dibangun atas dasar kebersamaan tanpa sekat asal-usul. "Harmonisasi Melayu dan pendatang di Riau selalu disebut sebagai orang kite, tanpa melihat dari mana asalnya," ujarnya.

Sementara itu, KRT Kusumonegoro menekankan bahwa kawasan Kesultanan Yogyakarta memiliki tradisi kuat dalam menjaga nilai-nilai kesantunan dan etika di tengah keberagaman budaya. 

Menurutnya, keberagaman justru dirawat dalam sebuah sistem yang terjaga dengan baik melalui institusi Keraton.

Baca Juga: Inter Milan Meretas Jalan Double Winners di Giuseppe Meazza

Pandangan lain disampaikan Dr Santoso yang menilai bahwa kebudayaan memiliki dimensi spiritual yang melampaui teori-teori modern, termasuk hierarki kebutuhan manusia.

"Kebudayaan memberikan lompatan spiritual yang tidak hanya bisa dijelaskan secara teori. Ada pengorbanan, ada penghayatan, dan ada nilai kehidupan yang sangat dalam dalam menjaganya," ungkapnya.

Kegiatan ini menjadi refleksi bahwa paguyuban tidak hanya berfungsi sebagai tempat berkumpulnya komunitas, tetapi juga sebagai ruang pembinaan nilai, karakter, dan spiritualitas berbasis budaya.

Riyono mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Riau dan para penikmat budaya, untuk terus menjaga dan merawat keberagaman sebagai bagian dari kekuatan bangsa.

"Mari kita jaga agar energi peradaban ini terus hadir sebagai kearifan keindonesiaan yang majemuk," tutupnya.

Melalui sarasehan ini, PKNS Riau diharapkan mampu terus berkontribusi dalam memperkuat nilai-nilai kebudayaan sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat sekaligus mempererat persatuan dalam bingkai keindonesiaan.(dof)

 

Editor : Edwar Yaman
#Sarasehan PKNS #Dakwah Kultural #Paguyuban