Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

RDP DPRD Kota Pekanbaru: Ketua Yayasan Sebut Tinggal Menunggu Proses, Dewan Minta Al-Fatih Urus Izin 

Hendrawan Kariman • Rabu, 22 April 2026 | 09:38 WIB
RDP Komisi I DPRD Kota Pekanbaru bersama Yayasan Ayo Indonesia Mengaji dan sejumlah dinas teknis terkait pada Selasa (21/4/2026). (Hendrawan Kariman/Riaupos.co)
RDP Komisi I DPRD Kota Pekanbaru bersama Yayasan Ayo Indonesia Mengaji dan sejumlah dinas teknis terkait pada Selasa (21/4/2026). (Hendrawan Kariman/Riaupos.co)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Komisi I DPRD Kota Pekanbaru menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Yayasan Ayo Indonesia Mengaji, yayasan yang menaungi TK, SD dan Pondok Pesantren Al-Fatih Pekanbaru. Hal ini menyusul adanya komplain dari masyarakat tempatan.

Komisi I yang dipimpin Robin Eduar, didampingi Aidhil Nur Putra, Aidil Amri, Irman Sasrianto dan Syafri Syarif mendapati fakta bahwa baru satu dari enam bangunan di sekolah itu mengantongi izin.

Pada rapat itu Komisi I mengeluarkan rekomendasi agar pihak yayasan untuk mengurus semua izin yang diperlukan. Apalagi sebagian besar gedung sudah berdiri.

''Kita minta kepada Yayasan untuk melengkapi izin ini sesegera mungkin. Ini akan kita awasi progres perizinannya sampai dimana, bila tidak ada progres akan kita panggil lagi,'' sebut Robin.

Baca Juga: Perketat Disiplin ASN Pemkab Kuansing, Suhardiman Amby Bakal Langsung Pantau Kehadiran Pegawai

Robin menegaskan, apapun usaha yang digeluti wajib ikut aturan. Apalagi, kata dia, Al-Fatih sudah berkembang pesan pada beberapa tahun terakhir, hingga memiliki seribuan siswa. Maka perizinannya tidak boleh ditunda lagi.

Robin juga mengingatkan soal komplain dari masyarakat terkait lalu lintas. Pasalnya, aktivitas datang dan pulang paran pelajar TK dan SD sekolah tersebut kerap memicu kemacetan.

Ditemui usai rapat Ketua Yayasan Ayo Indonesia Mengaji Anthon Wiliandri mengaku pihaknya telah mengurus izin. Satu sudah memiliki izin dan lima dalam proses.

''Dari awal izinnya sudah ada, sudah diurus. Satu sudah ada. Lima sudah proses, satu tinggal nunggu jadwal sidang, SLF (Sertifikat Layak Fungsi, red) namanya. Yang keempat ini dalam proses konsultan, jadi proses di kami sudah selesai,'' ujarnya.

Baca Juga: Gencatan Senjata AS-Iran Disebut Donald Trump Membantu Pihaknya untuk Isi Ulang Amunisi

Anthon juga mengatakan jika diberi waktu lebih, ia ingin memaparkan tabel progress sampai dimana proses perizinan itu. Tapi tidak diberi waktu.

''Jadi ke empat-empatnya dalam proses konsultan, ada uji tesnya. itu butuh waktu lama di tenaga ahli. Selesai di ahli, selesai juga semua itu,'' ujar Anthon yang membawa sejumlah staf untuk membawa banyak dokumen.

Disinggung terkait perizinan yang sudah dimulai sejak 2017, tapi tidak tuntas, Anthon menerangkan saat itu pihaknya tidak mampu membayar administrasi. Nilainya saat itu Rp77 juta dan Rp23 juta, namun karena siswa masih sedikit perizinan gagal tuntas.

''Maka saat itu belum diambil, lalu MPP terbakar dan hilang berkas itu semua, hangus. Tapi sekarang sudah bisa kami bayar,'' ungkapnya.

Sementara terkait masalah lalu lintas,  Anthon menerangkan meskipun ada 1000 siswa, namun jadwal aktifnya hanya sekali dalam satu bulan. Sedangkan untuk SMA, tiga bulan sekali. Hal ini karena sekolah itu untuk SMP dan SMA merupakan pondok pesantren.

Namun Anthon mengakui ada sekitar 400 pelajar TK dan SD yang hampir setiap hari masuk keluar di Jalan Kayu Manis, Beringin Indah itu. Iapun sudah mencarikan solusinya.

''Untuk drop (antar jemput pelajar, red) kami sudah sewa parkir, rencana akan kami tambah. Selain itu kami bufa sudah meminta ke Dishub untuk mengatur lalu lintas disana agar ini bisa diatasi,'' sebutnya.

Baca Juga: Spanduk Desakan Pembayaran Gaji Dibentangkan di Depan Kantor PT SPRH, Direksi Sebut Terkendala Laporan Keuangan 

Untuk lalu lintas ini, yang menjadi sumber komplain warga sekitar, Al-Fatih, kata Anthon, bahkan siap bekerjasama dengan Dishub Pekanbaru untuk pengaturan lalu lintas.

''Bila perlu ada kerjasama, kami juga siap bila ada biayanya,'' tutup Anthon.

Sementara terkait masyarakat yang komplain, pihak yayasan berjanji siap mendengarkan. Anthon sendiri berjanji akan membangun komunikasi lebih baik lagi bersama masyarakat.

RDP itu sendiri turun dihadiri tiga warga yang melayangkan komplain lewat Komisi I DPRD Kota Pekanbaru. Turut hadir dalam pertemuan, perwakilan Dinas Perkim, Dishub dan Satpol PP Kota Pekanbaru.(end)

Editor : Edwar Yaman
#RDP DPRD Kota Pekanbaru #ketua yayasan