PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Paguyuban Kawulo Ngayogyakarta dan Sekitarnya (PKNS) Riau dimaknai tidak sekadar sebagai perayaan seremonial, tetapi juga sebagai ruang penguatan nilai-nilai kebudayaan dan spiritualitas.
Melalui kegiatan sarasehan budaya yang dirangkai dengan macopat dan pertunjukan seni, paguyuban ini menegaskan perannya sebagai wadah dakwah kultural di Pekanbaru.
Empat tokoh budaya hadir sebagai narasumber dalam diskusi tersebut, yakni KRT Kusumonegoro selaku Penghageng II Kawedanan Reksa Suyasa dan Kawedanan Darah Dalem, KMT Yudawijaya, Dr Santoso, serta Datuk Saiful Anwar. Keempatnya membahas peran paguyuban dalam merangkai nilai-nilai ke-Indonesiaan melalui pendekatan budaya.
Baca Juga: Paguyuban sebagai Wadah Dakwah Kultural, Oleh-Oleh Sarasehan PKNS di HUT Ke-27
Diskusi yang dipandu oleh moderator Riyono mengangkat tema makna kebudayaan sebagai bagian dari transformasi spiritual dalam kehidupan masyarakat.
”Ketika kita bicara tentang nilai makna kebudayaan, sebenarnya dalam jati diri sedang terjadi transformasi energi spiritual yang mampu menumbuhkan nilai baru dalam adab dan perilaku, seperti kelembutan, kesederhanaan, dan kebijaksanaan dalam menyikapi kehidupan,” ujar Riyono kepada Riau Pos, Selasa (21/4).(dof)
Editor : Arif Oktafian