PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Keberangkatan jemaah calon haji (JCH) Riau kembali tertunda, Selasa (28/4). Kali ini dialami 45 JCH yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) BTH 6. Sebanyak 44 jemaah asal Kepulauan Meranti dan 1 orang asal Kampar ini baru akan diberangkatkan, Rabu (29/4) hari ini.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Riau H Defizon SKom MSi menjelaskan, jemaah Kloter BTH 6 ini hanya 399 orang yang diberangkatkan. Yakni terdiri dari 393 jemaah haji, dua petugas haji daerah (PHD), dan empat petugas kloter.
‘’Terdapat dinamika pada kloter ini, yakni tiga jemaah asal batal berangkat dari daerah. Sementara 45 jemaah dimutasi ke Kloter BTH 7, serta dua jemaah merupakan mutasi masuk dari Kloter BTH 4. Penyesuaian ini dilakukan untuk optimalisasi kuota dan kesiapan keberangkatan,” jelasnya.
Kondisi ini membuat keberangkatan JCH Kepulauan Meranti terbelah. Hanya 66 orang yang berangkat sesuai jadwal Kloter BTH 6. Kakan Kemenhaj Kepulauan Meranti H Surasman menjelaskan penyebab penundaan ini. “Pesawat yang digunakan kapasitasnya lebih kecil,’’ ujarnya.
‘’Dari seharusnya 445 penumpang, hanya bisa mengangkut sekitar 400 orang. Akibatnya, sebagian jemaah harus rela menunda keberangkatan. Dari 45 orang yang tertinggal, 44 di antaranya merupakan jemaah asal Meranti, satunya dari Kampar,’’ tambahnya.
Lebih lanjut Surasman menjelaskankan, karena posisi Meranti berada di urutan bawah dalam susunan kloter, maka yang banyak tertunda berasal dari Meranti. “Di Makkah mereka tetap bergabung dalam Kloter 6, baik pemondokan maupun rangkaian ibadahnya,” tegasnya.
Kakanwil Kemenhaj Riau Defizon menjelaskan, hingga Selasa (28/4) sudah sebanyak 1.720 jemaah diberangkatkan ke Madinah. “Total yang sudah diberangkatkan ini terdiri dari 1.693 jemaah haji, delapan PHD (petugas haji daerah), tiga pembimbing KBIHU (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah), dan 16 petugas kloter,” ujarnya.
Ia merinci, untuk Kloter BTH 3 terdapat 443 orang yang telah diberangkatkan, terdiri dari 435 jemaah haji, dua PHD, dua pembimbing KBIHU, dan empat petugas kloter. Namun, terdapat dua orang yang harus menunda keberangkatan, yakni satu jemaah yang dirawat di Batam dan satu orang pendamping, keduanya berasal dari Pekanbaru.
Selanjutnya, Kloter BTH 4 memberangkatkan 440 orang yang terdiri dari 434 jemaah haji, dua PHD, dan empat petugas kloter. Pada kloter ini, lima orang harus menunda keberangkatan, yakni tiga jemaah yang dirawat di Batam dan dua orang pendamping, seluruhnya berasal dari Pekanbaru.
Sementara itu, Kloter BTH 5 yang sempat tertunda akhirnya diberangkatkan, Selasa (28/4). Kloter ini berjumlah 438 orang yang terdiri dari 431 jemaah haji, dua PHD, satu pembimbing KBIHU, dan empat petugas kloter. Tercatat tujuh orang menunda keberangkatan, yakni tiga jemaah yang dirawat di Batam, tiga orang pendamping, serta satu jemaah yang sakit di daerah, seluruhnya berasal dari Kabupaten Kampar.
Baca Juga: 110 JCH Meranti "Terbelah", Keberangkatan 45 Orang Jemaah Ditunda Akibat Delay Penerbangan
Secara keseluruhan, Defizon menambahkan terdapat enam jemaah dirawat di Batam, lima orang pendamping di Batam, serta empat jemaah sakit di daerah yang belum dapat diberangkatkan.
Sementara itu, Kakan Kemenhaj Rohil H Syafri Johan membenarkan terkait adanya JCH Rohil yang terpaksa menunda keberangkatannya demi menjaga keselamatan jemaah. “Dari sebanyak 202 JCH Rohil, ada tiga orang yang ditunda penerbangannya ke Madinah karena faktor kesehatan,” ujarnya, Selasa (28/4).
Ketiganya atas nama Aisyah Dopal, Ruspidawati Yusri, serta satu orang pendamping Mislan Sarkam. “Dalam kloter BTH 6 seharusnya ada 140 jemaah Rohil. Sementara yang ditunda akan bergabung dengan kloter berikutnya,” jelasnya.
Jemaah Kloter BTH 3 Antusias Ziarah
JCH Kloter BTH 3 asal Kota Pekanbaru terus menjalani rangkaian ibadah dan ziarah di Madinah dengan penuh semangat. Pada hari ini, rombongan dijadwalkan mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah, termasuk Jabal Magnet yang menjadi salah satu destinasi menarik bagi jemaah.
Setelah dari Jabal Magnet, jemaah melanjutkan perjalanan menuju percetakan Al-Qur’an untuk melihat langsung proses pencetakan kitab suci umat Islam tersebut. Kunjungan ini menjadi pengalaman berharga yang menambah wawasan keagamaan para jemaah selama berada di Tanah Suci.
Sehari sebelumnya dan pada waktu subuh, petugas kloter juga memprioritaskan pendampingan bagi jemaah lanjut usia (lansia) untuk melaksanakan ibadah di Raudhah. Pendampingan ini dilakukan agar para lansia tetap dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.
Selain itu, kegiatan ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW dan para sahabat juga menjadi bagian penting dari agenda jemaah. Mereka juga melaksanakan salat di Raudhah yang dikenal sebagai taman surga, yang menjadi momen spiritual paling dinantikan.
Ketua Kloter BTH 3, Faulina Riska menyampaikan, jemaah sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. “Dari sekitar 400-an jemaah yang berangkat, sebagian besar mampu mengikuti agenda, meskipun ada beberapa lansia yang memilih tetap berada di hotel untuk menjaga kondisi kesehatan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kondisi cuaca di Madinah saat ini cukup bersahabat, yakni sekitar 24 derajat Celsius. Suhu yang relatif sejuk ini turut mendukung kelancaran aktivitas jemaah selama menjalankan ibadah dan ziarah di Tanah Suci.
191 JCH Rohul Kloter 8 Tiba di Batam
Baca Juga: Wako Agung Jemput Dukungan Pusat Sukseskan Waste Station dan Tata TPA, Sambangi Kementerian LH
Sebanyak 191 JCH Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yang tergabung dalam Kloter BTH 8 tiba dengan selamat di Batam, Selasa (28/4). Mereka menginap sementara di asrama haji berbayar yang ditanggung Pemerintah Kabupaten Rohul sebelum masuk ke Asrama Embarkasi Batam secara resmi, Rabu (29/4) hari ini.
Keberangkatan JCH Rohul ini secara resmi dilepas oleh Bupati Rohul Anton ST MM didampingi Ketua TP PKK Rohul dr Yeni Dwi Putri dari Bandara Tuanku Tambusai Pasirpengaraian menuju Bandara Hang Nadim, Batam. Prosesi pelepasan turut dihadiri Pj Sekda Rohul Drs H Yusmar MSi, Ketua DWP Hj Yurniziarti Yusmar, Forkopimda, para kepala OPD serta camat se-Kabupaten Rohul.
‘’Alhamdulilah, 191 JCH Rohul yang diberangkatkan tiga kali penerbangan menggunakan pesawat Wings Air dari Bandara Tuanku Tambusai Pasirpengaraian tiba dengan selamat di Batam. Karena jadwal wajib masuk asrama haji Batam, besok (hari ini, red). Makanya, JCH Rohul harus menginap semalam, tidak di hotel, tapi di asrama haji yang disewa oleh pihak mitra,’’ ungkap Bupati Anton, Selasa (28/4) petang.
Orang nomor satu Rohul itu mengaku, dirinya akan melepas secara resmi 445 JCH Riau Kloter BTH 8 dari Asrama Haji Batam menuju Madinah, Kamis (30/4) besok. Nantinya, 191 JCH Rohul bergabung dengan JCH asal Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) dan Rokan Hilir (Rohil).
‘’Kita berharap JCH Rohul dapat menjaga kekompakan, kesehatan, saling membantu serta menjaga nama baik daerah selama menjalankan ibadah. Luruskan niat yang tulus, laksanakan ibadah dengan khusyuk dan penuh kesabaran. Semoga seluruh jemaah haji selamat pergi dan pulang serta meraih predikat haji mabrur,” tuturnya.
Diantar Ribuan Warga, JCH Inhil Berangkat ke Batam
Ribuan warga memadati Pelabuhan Lasdap Tembilahan, Selasa (28/4), untuk mengantar keberangkatan 307 JCH Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang tergabung dalam Kloter 7 menuju Batam. Jemaah diberangkatkan menggunakan kapal cepat.
Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Herman hadir langsung meninjau proses keberangkatan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan aman dan tertib.
“Pemkab Inhil berupaya memberikan pelayanan maksimal agar jemaah dapat berangkat dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Herman juga mengimbau seluruh jamaah agar menjaga kondisi kesehatan serta mematuhi seluruh aturan selama perjalanan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. “Mari kita doakan semoga JCH kita selamat sampai ke Tanah Suci dengan sehat dan selamat serta menjadi haji mabrur,” ucapnya.
Baca Juga: Ujian Susulan TKA SMP Digelar Mei 2026
Hari ini Terakhir Pengantaran Koper
Hingga Selasa (28/4), sudah 135 jemaah mengantarkan koper ke Kantor Kemenhaj Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Sementara jadwal terakhir pengantaran koper yakni Rabu (29/4) hari ini. “Hingga siang tadi (kemarin, red), sudah ada 135 koper jemaah yang diantar. Setidaknya masih ada sebanyak 121 koper yang belum diantar,” ujar Kakan Kemenhaj Inhu, H Abdul Razak.
H-1 jelang keberangkatan yakni pada Kamis (30/4), koper jemaah sudah akan diantar dan sudah diterima pihak kargo di bandara pukul 12.00 WIB. Pihaknya juga mengimbau kepada para jemaah agar di dalam koper tidak ada barang dan bahan yang dilarang pihak penerbangan. “Barang yang dilarang itu seperti, power bank, benda tajam, bahan yang mudah meledak termasuk korek api gas,” ungkapnya.
JCH Kuansing Dilepas
187 JCH Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Selasa (28/4) sekitar pukul 09.30 WIB menggunakan enam unit bus bertolak dari Masjid Agung Raudha menuju Pekanbaru. Keberangkatan dilepas Wakil Bupati H Muklisin.
“Jangan lupa, di Tanah Suci, doakan kampung halaman dan Kabupaten Kuansing agar daerah dijauhkan dari segala musibah dan bencana,” ujarnya.
Sementara Kakan Kemenhaj Kuansing, H Armadis SAg MPd menyebutkan, JCH Kuansing tergabung dalam Kloter BTH 8 bersama Rohul dan Rohil. Rabu (29/4) hari ini, jemaah akan diterbangkan dengan dua kali penerbangan dari Bandara SSK II Pekanbaru. ‘’Penerbangan pertama pada pukul 12.45 WIB sebanyak 10 orang bersama petugas daerah, dan penerbangan kedau sebanyak 186 orang juga didampingi oleh petugas daerah,’’ jelasnya.(ilo/wir/fad/epp/*2/kas/dac/das)
Laporan TIM RIAU POS, Pekanbaru
Editor : Arif Oktafian